Dai Aceh Siapkan Tes Baca Alquran 15 Januari

Jokowi & Prabowo Siapa Mau Datang?

Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Marsyuddin mengusulkan tes baca Alquran terhadap kedua pasangan calon. (Foto : LiputanAceh).
Klik untuk perbesar
Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Marsyuddin mengusulkan tes baca Alquran terhadap kedua pasangan calon. (Foto : LiputanAceh).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jelang debat capres dan cawapres, muncul usulan agar para kandidat tak hanya diuji pengetahun dan komitmen soal demokrasi, hukum, ekonomi, politik, tetapi juga kemahiran membaca Alquran. Usulan itu dilontarkan Dewan Ikatan Dai Aceh (Dida). Dida mengatakan, tes membaca Alquran untuk mengklarifiksi mengenai polemik keislaman capres dan cawapres.

Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak mengakui sejak masa kampanye dimulai, narasi negatif mengenai keislaman capres dan cawapres terus digoreng. Bahkan, menjadi isu yang terus menggelinding tajam. Untuk mengakhiri polemik keislaman capres dan cawapres, makanya, Marsyuddin mengusulkan tes baca Alquran terhadap kedua pasangan calon.

Demi memuluskan  ide tersebut, Dida akan mengundang kedua pasangan capres dan cawapres secara khusus. “Kami akan mengundang kedua pasangan calon untuk mengikuti uji mampu membaca Alquran. Tes membaca Alquran akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Januari 2019,” ujarnya.

Dia yakin jika tes membaca Alquran dilaksanakan, akan banyak memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi masyarakat mengenai tudingan yang dialamatkan kepada masing-masing kandidat. Tak itu saja, tes ini juga untuk meminimalkan politik identitas yang telanjur dilakukan oleh pendukung kedua pasangan calon. Menurut dia, ormas lain di sejumlah daerah juga sudah lebih dulu mengusulkan uji membaca Alquran bagi capres dan cawapres.

Baca Juga : Buktikan Saja ERP Bukan Proyek Akal-akalan Doang

Sebagai organisasi yang fokus pada pengembangan dakwah dan syiar Islam, lanjut Marsyuddin, pihaknya ingin turut berperan dalam pesta demokrasi pemilihan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024. Menanggapi usulan itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi, Arya Sinulingga, menyatakan pihaknya siap memenuhi undangan tes baca alquran dari Ikatan Dai Aceh. “Kita dari pihak TKN, menyatakan Pak Jokowi sangat siap menerima tawaran yang diberikan kawan-kawan Ikatan Dai Aceh,” kata Arya Sinulingga.

Menanggapi usulan tersebut, kubu Prabowo-Sandi menyatakan, usulan tersebut tidak perlu. Pasalnya, Indonesia sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai agama dan suku membutuhkan pemimpin yang majemuk, bukan yang hanya pandai membaca Alquran.

Hal ini disampaikan anggota Direktorat Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean. “Untuk bangsa yang besar ini, hal-hal itu (tes membaca Alquran) tidak perlu dilakukan karena kita mencari pemimpin yang memimpin kemajemukan, yang dapat membawa Indonesia sejahtera ekonominya, rakyatnya adil dan makmur,” kata Ferdinand.

Usulan tes baca alquran menuai pro kontra di masyarakat. Ada yang mendukung, ada juga yang menolak. Achiles @YoungAchiles mempertanyakan usulan membaca Alquran bagi capres dan cawapres. “Kalau ingin menyudahi politik identitas dengan mengikuti uji baca Alquran, kenapa tidak sekalian saja disarankan kepada KPU sebagai syarat untuk capres dan cawapres. Sesat kali cara berpikirnya,” sindirnya.

Baca Juga : Seluruh Penerbangan Internasional di Bandara Soekarno-Hatta Tetap Beroperasi, Kecuali dari dan ke China

Darmawan @ircboy mengatakan, pemimpin yang bisa membaca Alquran tidak menjadi jaminan akan berlaku adil kepada rakyatnya. “Apakah pemimpin yang bisa membaca Alqur’an dijamin mampu memimpin, memimpin dengan adil, tidak korupsi dll?” dia menanyakan.

Shovi @ShoviHandayani lebih tidak setuju lagi jika tes baca Alquran menjadi syarat bagi capres dan cawapres. Mencari presiden bukan berarti dites seperti mau masuk pesantren. “Nyalon presiden udah kayak mau masuk pesantren,” ujarnya.

Lebih jauh, armandria shoes @weyger mempertanyakan, katanya dalam kontestasi pilpres tidak boleh membawa-bawa embel-embel agama, tetapi tes membaca Alquran malah menguatkan sentimen agama. “Katanya jangan bawa-bawa agama, hayooo.”

Pendapat senada juga diungkapkan @ Hasbunallah212. Menurut dia, tes membaca Alquran justru bakal memperkuat politik identitas di masyarakat. “Katanya jangan politisasi agama? Aduh gimana sih ribet amat ngomongnya,” tutur dia.

Baca Juga : Pejalan Kaki dan Pesepeda Bakal Dimanja

@Zakariaa31 berharap kedua pasangan menerima niat baik Ikatan Dai Aceh yang ingin mengakhiri politik identitas. “Sekaligus akan menjawab bahwa Aceh sangatlah toleran dan sangat menghagai perbedaan, walaupun satu-satunya daerah yang menerapkan syari’at Islam,” katanya.

Menambahkan, Richard Hutahaean @richhutahaean dari awal pihak Jokowi menolak adanya politisasi agama, tapi kenapa justru dimunculkan lagi. “Wooooiiii TKN... Lu jangan ikut politik identitas dong. Benar-benar payah nih... Lama-lama, Pilpres ini makin memuakkan saya perhatikan. Kalian kedua kubu sama saja.” [REN]