Baru Juga Dilantik, Anggota DPRD Rame-rame Gadaikan SK-nya Ke Bank

Lima Puluh Lima Anggota DPRD Banten 2019-2024 dilantik.
Klik untuk perbesar
Lima Puluh Lima Anggota DPRD Banten 2019-2024 dilantik.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Baru beberapa hari dilantik, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sudah beraksi. Mereka menggadaikan Surat Keputusan (SK) pengangkataannya ke bank.

Bukan satu, dua anggota saja, tapi sudah puluhan anggota yang resmi menggadaikan SK-nya ke bank. Ini terjadi di DPRD Banten. Sekretaris DPRD Banten, Deni Hermawan membenarkan peristiwa tersebut. 

Kata dia, dari 85 anggota DPRD Banten, sudah 10 orang yang menggadaikan SK ke perbankan. Sebagai Sekretaris Dewan, dia mengaku mem bantu persyaratan-persyaratan pengajuan pin jaman tersebut. 

Di antaranya keterangan bah wa surat pernyataan betul sebagai anggota DPRD dan surat pemotongan gaji. “Harus ditandatangani saya. Prosedur biasa saja. Yang jelas kami memfasilitasi,” ujar Deni. 

Dia mengakui, permintaan penggadaian SK mencapai ratusan juta rupiah. Angka pinjaman pas tinya, Deni enggan membeberkannya. 

Baca Juga : Geger Anjani Hamil Dan Corona

“Itu wilayah pribadi,” ujarnya. 

Hari ini (kemarin), Deni mengatakan, ada 2 anggota DPRD Banten terpilih lagi yang dia bantu pengajuan kreditnya ke bank. Rata-rata, pinjaman diajukan ke perbankan daerah seperti Bank Banten. “Anggota dewan yang dulu hampir 50 persen (gadaikan SK ke Bank). Kalau ini belum saya hitung karena tiap hari ada (pengajuan),” ujarnya. 

Kabar anggota dewan menggadaikan SK ke bank menuai tanggapan warganet. Ada yang menganggap biasa, ada juga yang menuding sinis. Asbakrokokgarpet salah satu yang sinis de ngan aksi menggadaikan SK pengangkatan sebagai anggota Dewan ke bank. 

Menurut dia, jika anggota Dewan berani menggadaikan SKnya, berarti untuk menghidupi kebutuhannya tidak mampu. 

“Kaya gini apa serius mengatasnamakan rakyat. Pasti kerjanya cari uang. Buat makan sehari-hari karena gajinya sudah diambil buat bayar utang modal nyalonin. Hancur dah Indonesia punya wakil macam gini, boro-boro mewakili rakyat, dia sendiri juga ngemis,” sindirnya. 

Baca Juga : Virus Kambing Hitam

Erwan Desiviyanto lebih nyinyir lagi. Kata dia, keputusan menggadaikan SK merupakan sikap yang merendahkan harkat martabat anggota Dewan. 

“Oooh.. Jadi ini toh salah satu tujuan dari nyaleg.” Suherman Suherman menimpali ocehan Erwin. “Ternyata jadi anggota DPRD mau kredit di bank,” kritinya, tajam. Begitupun dengan Bodhat Modern. “Ente paham kan... baru aja dilantik udah cari duit.. Gade SK... ntar gade harga diri,” sindirnya. 

Melanjutkan, Kuplekup tak habis pikir dengan sikap anggota Dewan yang menggadaikan SK-nya. Bahkan, salah satu tujuan mencalonkan diri jadi anggota Dewan adalah agar bisa pinjam ke bank. “Ntar bisa-bisa abis masa tugas, kreditnya macet semua, karena pejabatmya ditangkepin KPK,” ujarnya. 

Ch Budiwibowo mempertanyakan uang dari menggadaikan SK untuk kepentingan apa saja; apakah untuk kepentingan pribadi apa buat kegiatan konstituen. “Kalau buat pribadi, ya... memalukan karena jabatan itu yang memberikan rakyat,” katanya. 

Indo Ageng mengakui, keputusan menggadaikan SK karena politik uang saat proses kampanye lalu. Hal tersebut juga, kata dia, menjadi bukti bahwa maaih terjadi praktik politik uang di masyarakat. “Bukti politik uang.... Harus ngembalikan modal. Siap-siap jadi bajak laut bermata satu,” ujarnya. 

Baca Juga : Ribet, Capek, Tapi Seru

Menurut Good_commen, keputusan mengadaikan SK karena tuntutan membayar utang saat Kampanye lalu. Dan utang, kata dia, harus dibayar pake uang. “Gali lobang tutup lobang. Akhirnya, hati-hati dengan proyek-proyek di pemda, pe nga wasan harus di perketat biar gak jadi ban cakan hehehe,” sarannya. 

Sementara Edy Rustono menganggap meng gadaikan SK merupakan hal yang wajar dan lumrah. “Biasa itu, untuk mengganti biaya kampanye.” Ridho Firmansyah juga memaklumi ada anggota DPRD yang menggadaikan SK-nya Ke bank. “Biasa.. Gaji besar kebutuhan juga ikut besar.. Asal jangan habis itu menggelapkan anggaran aja. Habis kredit cair pusing buat bayaran bulanan.” Melanjutkan, Taktiktux mengatakan, menggadaikan SK sudah sering terjadi. 

Praktek tersebut sudah menjadi rahasia umum. “Kredit pinjaman buat balikin modal. Gak sampe 1 periode balik tuh duit. Kerja duduk manis dapat gaji puluhan juta,” tutur dia. 

Kendati mengangap wajar, Ahmad berpesan kepada DPRD agar menjaga mentalnya supaya tidak melakukan praktek korupsi. “Semoga mentalnya tidak mental kere yang suka minta-minta ke pengusaha,” ingatnya. 

Lebih tegas, Pinda Limbong menuturkan, menggadaikan SK tak masalah. Pinjam ke bank, lebih terhormat ketimbang melakukan korupsi. “Emang salah minjem uang ke bank??? Daripada dia korupsi,” bela dia. Nuel Syapalee menyambar, “Mending ngutang sih dari pada korupsi. Kalau jujur orangnya.” [REN]