RMco.id  Rakyat Merdeka - Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sengaja menghilangkan peran Khofifah Indar Parawansa dan Kiai Asep Saifuddin Chalim, dalam pengisian jabatan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur.

Rommy menyebut keduanya justru merekomendasikan Haris Hasanuddin untuk mengisi jabatan itu.

"Peran mereka kan sangat sentral. Peran ini sengaja dihilangkan karena dengan memunculkan mereka, maka fungsi representasi saya muncul. Bukan intervensi. Karena Bu Khofifah dan Kiai Asep, memang betul-betul terekam," ujar Rommy usai sidang dengan agenda pembacaan eksepsi alias nota keberatan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (23/9).

Baca Juga : Genjot Investasi, Pemerintah Mau Perbaiki Tarif Listrik EBT

Dalam sidang itu, selama satu jam Rommy membacakan 19 halaman eksepsinya.

Rommy meyakini, KPK memiliki banyak sekali sadapan pembicaraannya dengan Khofifah maupun dengan Kiai Asep. "Tapi mengapa itu ditutupi?" tanya dia.

Khofifah, berkali-kali dipanggil KPK untuk hadir di persidangan Haris dan Muafaq. "Padahal beliau sedang mantu," imbuh Rommy.

Baca Juga : Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Tempat Isolasi di Kepulauan Seribu Diaktifkan Lagi

Tetapi dalam dakwaannya, lanjut Rommy, nama Khofifah dan Kiai Asep hilang begitu saja. "Ini kan artinya keberadaan Bu Khofifah dan Kiai Asep itu memang secara yuridis benar dalam konteks kapasitas saya sebagai anggota DPR. Saya meneruskan aspirasi. Ini yang tadi saya tanyakan, kenapa orang sepenting itu tidak dimasukan ke dalam dakwaan," keluh Rommy.

Sebelumnya, Rommy menuding Khofifah dan Kiai Asep berkepentingan mengusulkan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. Rommy menyebut mertua Haris bernama Roziki, adalah Ketua Tim Sukses Pemenangan Khofifah pada Pilkada Jatim 2018. Sedangkan Kiai Asep, disebut Rommy berkepentingan menempatkan kepala dan guru madrasah di Jawa Timur. Apalagi, Haris juga merupakan santri dari Kiai Asep.

Rommy mengaku berbeda "gacoan" dengan keduanya. Dia mengusulkan M Amin Mahfud. Tapi Khofifah dan Kiai Asep terus mendesaknya agar Haris diangkat sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

Baca Juga : Kemenhub Libatkan Kampus Kaji Kebijakan Transportasi di Masa Pandemi

Khofifah yang kini menjabat Gubernur Jatim dan Kiai Asep yang merupakan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, sudah membantah keterangan Rommy.

Khofifah membantah hal itu saat bersaksi dalam sidang pada Rabu, 3 Juli 2019. Sementara Kiai Asep membantah saat memberikan kesaksian sebulan sebelumnya yaitu Rabu, 26 Juni 2019. [OKT]