RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebentar lagi, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengumumkan tersangka baru kasus suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Iya, sore ini Pimpinan KPK akan umumkan penyidikan baru dalam pengembangan kasus proyek sistem penyediaan air minum tersebut," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (25/9).

Febri mengungkapkan, penyidik komisi antirasuah menemukan aliran dana yang cukup masif terhadap sejumlah pejabat dan pihak lain.

Baca Juga : Genjot Investasi, Pemerintah Mau Perbaiki Tarif Listrik EBT

"Sebelumnya sekitar 62 orang telah mengembalikan uang. Namun diduga masih ada pejabat lain yang juga menerima," beber eks aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) ini.

Sebelumnya, KPK menyebut telah menerima sekitar Rp 33,4 miliar, 481.600 dolar Amerika Serikat (Rp 6,8 miliar), 305.312 dolar Singapura (Rp 3,19 miliar), 20.500 dolar Australia, (Rp 206 juta) 147.240 dolar Hongkong (Rp 265 juta) dan 30.825 euro (Rp 490 juta).

Kemudian 4.000 poundsterling (Rp 73 juta), 345.712 ringgit Malaysia (Rp 1,19 miliar), 85.100 yuan (Rp 179 juta), 6.775.000 won Korea (Rp 84,1 juta), 158.470 baht Thailand (Rp 70,1 juta), 901.000 yen Jepang (Rp 113 juta), 38 juta dong Vietnam (Rp 23 juta), dan 1.800 shekel Israel (Rp 7,1 juta).

Baca Juga : Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Tempat Isolasi di Kepulauan Seribu Diaktifkan Lagi

Kasus ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK, pada Desember tahun lalu. Delapan tersangka pun ditetapkan.

Empat pemberi suap adalah Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Irene Irma dan Yuliana Enganita Dibyo.

Sementara penerima suap adalah Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin. Semuanya sudah divonis pengadilan. [OKT]