RMco.id  Rakyat Merdeka - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, akhirnya menyusul asisten pribadinya, Miftahul Ulum ke hotel prodeo milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepastian itu datang, setelah Imam menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dana hibah KONI, Jumat (27/9).

Baca Juga : BNPB Minta Kelompok Rentan Dipisah Di Pengungsian Gempa Sulbar

Imam yang keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 18.14 WIB, langsung mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Tangannya sudah terborgol. Dia langsung digiring ke mobil tahanan, didampingi pengacaranya.

"Imam Nahrawi akan ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Pomdam Guntur," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Baca Juga : Akhirnya, Jaringan Listrik Terdampak Gempa Di Mamuju Normal Lagi

Sebelum Imam, Ulum sudah lebih dulu dikirim lembaga antirasuah ke Rutan Cabang KPK, di belakang Gedung Merah Putih, Jakarta, pada 11 September 2019.

Imam dan Ulum dijerat dalam kasus dugaan suap penyaluran dana hibah dari Kemenpora kepada KONI. Keduanya diduga menerima uang Rp 26,5 miliar, terkait jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan jabatan selaku Menpora. [OKT]