RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil hari ini menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (4/10).

Tersangka kasus suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2017-2018 ini, diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Leonardo Jusminarta Prasetyo, Komisaris PT Minarta Dutahutama.

Usai menjalani pemeriksaan, Rizal yang mengenakan jaket dan peci hitam tampak santai. Sekalipun begitu, dia tak mau panjang lebar memberi komentar.

Berita Terkait : Kasus Korupsi Proyek Infrastruktur Banjar, KPK Garap 7 Saksi Di Bandung

"Semua sudah dijelaskan ke penyidik dan saya siap memberikan keterangan yang diperlukan. Saya kira cukup. Silakan tanya di dalam," ujar Rizal di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (4/10).

Apa saja yang ditanyakan penyidik? "Ya biasalah. Tugas pokok dan segala macam," jawabnya.

Saat ditanya soal penetapan tersangkanya, Rizal nggak banyak ngomong. "Nanti saja, nanti saja. Tanya penyidik saja," seloroh Rizal yang sempat muter-muter di lobi Gedung Merah Putih KPK.

Baca Juga : Menteri Teten : Omnibus Law Klaster UMKM Minim Pasal Kontroversial

KPK mengumumkan penetapan tersangka Rizal dan Leonardo pada 25 September 2019. Dalam kasus ini, KPK menduga, ada aliran dana 100 ribu dolar Singapura kepada Rizal, yang berasal dari pihak swasta tersebut.

Sebagai pihak penerima, Rizal disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan sebagai pihak pemberi, Leonardo disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [OKT]