RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengumumkan tersangka baru kasus pencucian uang kepala daerah. Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 2018 lalu.

"Malam ini, pukul 19.00 WIB, KPK berencana mengumumkan penyidikan baru kasus pencucian uang kepala daerah yang berkembang dari OTT tahun 2018 lalu," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (4/10).

Berita Terkait : Honda Jual 4.036 Mobil Sepanjang Juli, Brio Satya Jadi Penyumbang Terbesar

Febri mengungkapkan, dalam kasus pencucian uang ini, KPK menemukan penerimaan dan aliran dana yang jauh lebih besar dari saat OTT.

"Saat itu barang bukti uang saat OTT yang diamankan KPK hanya Rp 116 juta. Namun dalam perkembangannya ditemukan penerimaan dan aliran dana lain bernilai puluhan miliar rupiah," ungkapnya.

Berita Terkait : KPK Panggil Karo Umum Kemensetneg

Berdasarkan penelusuran tanggal dan jumlah barang bukti OTT, diduga ini adalah kasus jual beli jabatan yang menjerat Bupati Cirebon saat itu, Sunjaya Purwadisastra.

Dia menerima suap senilai Rp 116 juta dari Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto. [OKT]