Pelantikan Kabinet, Kenapa Harus Rabu?

Istana Kepresidenan RI, Jakarta. Di sinilah para menteri Kabinet Kerja Jilid II akan dilantik pada Rabu (23/10) besok.  (Foto: presidenri.go.id)
Klik untuk perbesar
Istana Kepresidenan RI, Jakarta. Di sinilah para menteri Kabinet Kerja Jilid II akan dilantik pada Rabu (23/10) besok. (Foto: presidenri.go.id)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi dipastikan akan mengumumkan sekaligus melantik para menteri pada Rabu (23/10). Netizen bertanya-tanya kenapa hari Rabu? Ada apa dengan Rabu?

Kepastian pengumuman dan pelantikan menteri diungkapkan beberapa calon menteri yang dipanggil menghadap Presiden Jokowi, kemarin. Di antaranya, Mahfud MD, Airlangga Hartarto, dan Prabowo Subianto.

Mahfud mengungkapkan, para calon menteri diundang datang lagi ke Istana, Rabu (23/10) pukul 7 pagi. Kemudian akan langsung dilantik pada pukul 9 pagi.

Pemilihan hari Rabu, dinilai bukan kebetulan. Jokowi, sering mengambil keputusan atau mengambil momen pada hari Rabu. Tiga dari empat perombakan kabinet (reshuffle), dilakukannya pada hari Rabu. Menurut penanggalan Jawa, tepatnya pada Rabu Pon.

Reshuffle pertama dilakukan Rabu, 12 Agustus 2015. Saat itu, ada lima menteri dan satu jabatan Sekretaris Negara yang digeser dan diganti. Sofyan Djalil yang saat itu menjabat sebagai Menko Perekonomian, digantikan oleh Darmin Nasution.

Baca Juga : Rupiah 14 Ribu Lagi, Sri Mul Masih Bisa Tenang?

Perombakan kedua terjadi Rabu, 27 Juli 2016. Dalam reshuffle kali ini, ada 11 menteri yang dicopot dan digeser. Yang paling diingat adalah kehadiran Sri Mulyani yang menjabat Menteri Keuangan, menggantikan Bambang Brodjonegoro.

Dan, Arcandra Tahar menjabat Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said. Belakangan, Arcandra kemudian diganti oleh Ignasius Jonan karena kasus kewarganegaraan ganda.

Pergantian tersebut juga dilakukan pada 14 Oktober 2016, bertepatan dengan Rabu Pon. Kemudian, reshuffle ketiga juga dilakukan pada hari Rabu, 17 Januari 2018. Hanya pada Reshuffle IV, saat Agus Gumiwang Kartasasmita mengganti- kan Idrus Marham sebagai Menteri Sosial dilakukan pada hari Jumat, 24 Agustus 2018.

Idrus mengundurkan diri karena tersangkut skandal korupsi. Jadi, bukan kemauan Jokowi mengubah komposisi kabinetnya.

Kebiasaan Jokowi memilih hari Rabu Pon tersebut tak mengagetkan, jika mengetahui hari kelahiran Jokowi pada 21 Juni 1961 atau pada pasaran Ja wa adalah Rabu Pon. Merujuk kitab primbon, orang yang lahir pada weton Rabu Pon penuh keberuntungan, sangat berhati-hati mengambil keputusan, dan memiliki keterampilan sosial tinggi.

Baca Juga : Makin Menggila, WHO Naikkan Status Darurat Wabah Corona ke Level Tertinggi

Weton merupakan penghitungan tanggal lahir berdasarkan 7 hari kalender Islam dan 5 hari pasaran Jawa. Weton lazim digunakan untuk menggambarkan karakter atau nasib seseorang.

Berdasarkan penanggalan Jawa, Jokowi lahir dengan Neptu masing-masing 7. Kalau dijumlahkan, 14. Neptu merupakan besaran angka atau nilai hari dan pasaran menurut penanggalan Jawa, untuk menentukan hari pelaksanaan hajat dan perhitungan baik atau buruknya.

Dalam penanggalan Jawa, Rabu, 23 Oktober 2019 jatuh pada Rabu Legi dengan Wuku Prangbakat. Selain itu, menurut anggapan budaya Jawa, Rabu juga dikenal sebagai hari baik.

“Legi itu bahasa Indonesianya manis. Rabu manis. Ka rak ter Rabu Legi itu Sri Kombang. Baik untuk memulai sesuatu dan pertanda kemasyhuran,” ujar Ki Jogo Warto.

Hari baik ini juga dihitung dengan weton Jokowi. Hitung-hitungannya, diidasarkan pada penghitungan weton kelahiran, neptu hari dan pasaran dan jadwal pancasuda.

Baca Juga : Tak Muluk-muluk, Cita-cita Fadel Cukup Wapres 

Netizen alias warganet pun bereaksi soal pemilihan hari pengumuman dan pelantikan menteri itu. Ada yang mengamini ahli primbon Jawa.

“Kenapa kok Rabu? Bukan Selasa? Karena orang Jawa nggak memulai pekerjaan di hari Selasa,” cuit @ruthnats.

Akun @Rudatin7 memilih berpikir rasional. Mungkin saja, kata dia, pelantikan itu menunggu kepulangan Wapres KH Ma’ruf Amin dari Jepang.

Ma’ruf ke Negeri Sakura untuk menghadiri penobatan Kaisar Naruhito, sebagai Kaisar baru Jepang pada hari ini. Rencananya, Selasa malam Ma’ruf kembali ke Indonesia.

“Ora lah, Mas. Pengumuman Kabinet diumumkan RI1 & 2 sebelum RI2 ke Jepun. Pelantikannya hari Rabu, menunggu RI2 kembali dari Jepun,” kicaunya. [OKT]