Tagar #ManipulatorAgamaBerbahaya Jadi Trending Di Twitter

Presiden Jokowi. (Foto: Ist)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi. (Foto: Ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengusulkan istilah radikalisme yang biasa disematkan kepada penganut paham kekerasan mengatasnamakan agama diganti dengan istilah manipulator agama. Netizen riuh mengomentarinya.

Permintaan itu disampaikan langsung Jokowi kepada Menko Polhukam Mahfud MD. Dia ingin, eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengkoordinir menteri-menteri terkait untuk mencegah penyebaran paham tersebut di Indonesia.

Jokowi pun sempat melontarkan wacana menggunakan istilah lain untuk mengganti kata radikalisme. "Saya serahkan kepada Pak Menko Polhukam untuk mengkoordinasikan masalah ini. Apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan, misalnya manipulator agama," ujar dalam pengantar rapat terbatas Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10).

Berita Terkait : Rapim Kemhan Besok Bakal Dihadiri Presiden Jokowi

Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin menjelaskan, soal istilah ini. Kata dia, sebenarnya ada berbagai macam definisi radikalisme, namun ia membaginya menjadi dua. Yaitu radikalisme ideologi dan radikalisme separatisme.

"Radikalisme itu kan ada kelompok-kelompok yang memaksakan kehendak melalui kekerasan, apakah radikalisme ideologi, bisa juga radikalisme separatis. Separatis juga dengan senjata itu juga radikal karena dia ingin menggunakan kekerasan. Ada juga kelompok ideologis, radikalisme ideologis. Saya kira kalau itu dibiarkan akan merusak keutuhan bangsa," terang eks Rais Aam PBNU ini di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (01/11).

Menurut Kiai Ma'ruf, apa pun istilahnya, tindakan radikal tidak dapat dibenarkan. "Baik radikalisme, apa manipulasi, saya kira bukan masalah. Tapi wujudnya seperti itu, ya penyalahgunaan agama, politisasi agama, kemudian memberikan tafsiran-tafsiran agama yang tidak moderat lah, yang radikal," tandasnya.

Berita Terkait : Presidennya Warganet

Seharian kemarin, warganet di jadag Twitter riuh soal ini. Kebanyak setuju dengan istilah yang diusulkan Jokowi. Tanda pagar (tagar) #ManipulatorAgamaBerbahaya memuncaki jajaran trending topic media sosial ini. Tercatat sampai berita ini diturunkan, tagar ini sudah dikicaukan oleh lebih dari 22 ribu netizen.

Akun @bangzul_88 misalnya. Dia ingin seluruh pihak mewaspadai pembawa paham radikalisme yang disebut manipulator agama. "#ManipulatorAgamaBerbahaya. Banyak ulama palsu di beberapa negara Timur Tengah yang keberadaannya hanya memprovokasi rakyat untuk melawan pemerintah. Waspada, mereka juga ada di Indonesia. Segala macam cara ditempuh untuk merusak sistem tata negara kita," cuitnya.

Serupa, akun @vincent_bero34 mengigatkan, agama itu sejatinya membawa kedamaian. "Jika ada pemimpin agama yang doyan memprovokasi dan membakar semangat memusuhi sesama, yakinlah dia jelmaan iblis di dunia.

Berita Terkait : Jokowi Garang Juga Ke China

#ManipulatorAgamaBerbahaya," cuitnya senada dengan @BobyDermawan4. "Mainannya khilafah mulu, lha udah ada pancasila kok. #ManipulatorAgamaBerbahaya."

Sementara akun @RizmaWidiono mengaitkannya dengan larangan cadar dan celana cingkrang. "Menag Fachrul Razi mengkaji pelarangan cadar atau nikab di area instansi pemerintahan. Guru Besar IAIN Surakarta, Prof Nashrudin, Setuju Larangan Cadar, Karena Rawan Disalahgunakan. Dukung @Kemenag_RI #ManipulatorAgamaBerbahaya," cuitnya panjang.

Kicauan akun @7intaPutih pun mendukung pemberantasan orang maupun organisasi yang mengusung paham kekerasan yang memanipulasi agama dan ayat-ayat tuhan. "Dukung Pemerintah menertibkan para Manipulator Agama. Karena para merekalah yang selama ini menyebarkan Radikalisme ke segala lini. Mereka menyisipkan ide radikal dengan memanipulasi agama sebagai tameng. CC: @Kemenag_RI. #ManipulatorAgamaBerbahaya." [FAQ]