Suap Perdagangan Minyak, KPK Cecar Bos PT Anugrah Pabuaran Regency

Klik untuk perbesar
Jubir KPK Febri Diansyah.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT Anugrah Pabuaran Regency, Lukma Neska sebagai saksi kasus dugaan suap terkait perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku subsidiary company PT Pertamina (Persero) atau mafia migas, Kamis (7/11). 

Lukma Neska diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Managing Director PES yang juga mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), Bambang Irianto. Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Lukma Neska mengenai aliran dana dari Bambang Irianto. Diduga terdapat dana yang mengalir dari rekening perusahaan Bambang di Singapura ke rekening Lukma Neska.

Berita Terkait : Kasus Korupsi Dana Hibah KONI, KPK Garap Staf Kemenpora

"KPK mendalami informasi terkait dengan aliran dana dari rekening perusahaan milik BTO (Bambang Irianto) di Singapura ke rekening saksi," ujar Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (7/11). 

Lukma Neska merupakan salah satu saksi penting kasus mafia migas ini. Bahkan KPK telah meminta Ditjen Imigrasi untuk mencegah pemegang saham Siam Group Holding tersebut untuk bepergian ke luar negeri setidaknya selama enam bulan ke depan.

Berita Terkait : Kasus Petral, KPK Garap 4 Saksi

Siam Group yang berkedudukan di negara surga pajak, British Virgin Island tersebut sengaja didirikan Bambang untuk menampung uang suap yang diterimanya dari Kernel Oil. Sejauh ini, KPK menduga Bambang telah menerima suap sekitar 2,9 juta dolar AS dari Kernel Oil selama periode 2010-2013 karena telah membantu Kernel Oil untuk berdagang dengan PES atau Pertamina. [OKT]