RMco.id  Rakyat Merdeka - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, Gunung Merapi menyemburkan awan panas letusan pada Sabtu (9/11) pukul 06:21 WIB.

Baca Juga : Melalui FGD, Fadel Gali Pandangan Akademisi dan Birokrat Soal Haluan Negara

Awan panas letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 65 mm dan durasi ± 160 detik. Terpantau kolom letusan setinggi 1.500 m dari puncak, condong ke Barat.

Baca Juga : PBB: Myanmar Hapus Desa-desa Rohingya dari Peta

Terkait hal ini, BPPTKG menetapkan jarak bahaya 3 km dari puncak. Di luar radius tersebut, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. [HES]