Menghadap Erick Thohir

Ssttt... Ahok Calon Dirut PLN?

Menghadap Erick Thohir Ssttt... Ahok Calon Dirut PLN?
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah memberi sinyal akan menempati posisi strategis di BUMN.

Hal itu diungkap Ahok, setelah ia bertemu Menteri BUMN Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Jl. Medan Merdeka Selatan No.13, Jakarta Pusat pada Rabu (13/11) pukul 08.38 WIB.

Pertemuan tersebut berlangsung selama 1,5 jam, sampai pukul 10.50 WIB. Apa yang dibicarakan? Kira-kira, Ahok bakal mendapat tugas apa? Ditempatkan di mana? 

Sumber RMco.id dan Rakyat Merdeka mengungkap, Ahok akan diplot menjadi Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero).

Kalau itu benar, terpilihnya Ahok bukannya tanpa alasan. Sebagai BUMN besar yang perannya sangat penting dan vital, PLN tentu membutuhkan sosok pemimpin yang punya track record bagus, berani, tegas dan bersih seperti Ahok.

Berita Terkait : Diancam Karena Beresin Jiwasraya, Erick Maju Tak Gentar

Saat ini, PLN memang butuh sosok pemimpin yang kuat. Sepeninggal Sofyan Basir yang ditetapkan menjadi tersangka, terpidana, dan baru-baru ini bebas dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1, tiga nama tercatat menakhodai BUMN setrum dalam empat bulan (April 2019 s.d Agustus 2019).

Mereka adalah Muhammad Ali, Djoko Rahardjo Abumanan, dan Sripeni Inten Cahyani.

Bongkar pasang itu ternyata tak membikin moncer kinerja PLN. Puncaknya, terjadi pemadaman listrik massal alias blackout di area Jabodetabek, sebagian Banten, dan sebagian Jawa Barat pada 2 Agustus 2019. Dua hari setelah Sripeni menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PLN.

Hasil investigasi Ombudsman yang disampaikan pada 6 November lalu, mengungkap adanya kelalaian PLN dalam kejadian tersebut.

Antara lain, gardu relay PLN yang berlokasi di Pemalang, Jawa Tengah belum memiliki sertifikasi kelayakan.

Berita Terkait : Mantan Dirut PT INTI Jadi Kandidat Dirut Garuda

Selain itu, juga ditemukan lima mal-administrasi PLN. Pertama, kelalaian dalam pemeliharaan dan pengawasan terhadap pohon yang telah melewati jarak bebas minimum di sepanjang jalur transmisi.

Kedua, PT PLN melakukan penyimpangan prosedur dalam pengoperasian Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Pemalang yang menjadi faktor utama pemadaman total pada 4 Agustus 2019.

Ketiga, PLN tidak optimal dalam proses antisipasi terjadinya blackout. Keempat, belum optimalnya pelibatan kementerian atau lembaga serta pemerintah daerah dalam upaya pencegahan terjadinya blackout.

Kelima, pola ganti rugi yang belum memadai kepada masyarakat terdampak.

Akibat kejadian tersebut, terdapat potensi opportunity lost PLN minimal Rp 90 miliar.

Berita Terkait : Ini Syarat Dirut Garuda Versi Menhub BKS

Dari deretan fakta itu terlihat, PLN sangat membutuhkan sosok pemimpin yang punya track record bagus, bersih, dan tegas. Karakter tersebut telah ditunjukkan Ahok, saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Ahok antara lain berhasil meluncurkan sistem e-budgeting yang mendukung transparansi anggaran di DKI, membebaskan Monas dari PKL, menggusur kawasan prostitusi Kalijodo, membangun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), mengintensifkan pasukan Oranye untuk menjaga kebersihan DKI, dan membangun Simpang Susun Semanggi.

Itu semua bukan hal yang mudah. Apalagi, melibatkan banyak kepentingan. Namun, kepemimpinan Ahok terbukti bisa melakukannya. [HES]