Kasus Suap Garuda, KPK Garap Mantan Anggota DPR

Klik untuk perbesar
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Tedy Kroen/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan anggota DPR, Chandra Tirta Wijaya, terkait kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia.

Dia dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Soetikno Soedarjo. "Dipanggil sebagai saksi untuk SS (Soetikno Soedarjo)," ungkap Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Selasa (19/11).

Selain itu, KPK juga memanggil dua saksi lain yakni Dirut PT Indonesia Advisory Duta Solusindi Andri Budhi Setyawan, dan satu orang pihak swasta atas nama Emmy Ridarty Sumangkut. Keduanya akan diperiksa untuk tersangka Soetikno.

Berita Terkait : Kasus Korupsi Dana Hibah KONI, KPK Garap Staf Kemenpora

KPK menetapkan Soetikno bersama Emirsyah Satar dan mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Hadinoto Soedigno sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia.

KPK menduga, Emirsyah dan Hadinoto tidak hanya menerima suap dari Soetikno terkait pengadaan mesin pesawat Rolls-Royce. Suap yang diterima Emirsyah dan Hadinoto dari Soetikno, juga diduga berasal dari pihak pabrikan lain yang mendapatkan proyek di PT Garuda Indonesia.

Untuk program peremajaan pesawat, Emirsyah Satar melakukan beberapa kontrak pembelian dengan empat pabrikan pesawat pada 2008-2013, dengan nilai miliaran dolar AS.

Berita Terkait : Lagi, KPK Garap 7 Mantan Anggota DPRD Muara Enim

Yakni kontrak pembelian mesin Trent seri 700 dan perawatan mesin atau Total Care Program dengan perusahaan Rolls Royce, kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR), dan kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

KPK mengidentifikasi, aliran uang lintas negara tersebut menggunakan sekitar 30 rekening di luar negeri.

Dalam pengembangan kasus ini, KPK menetapkan Emirsyah dan Soetikno sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang. [OKT]