Sah, Istri Napi Teroris Umar Patek Kini Jadi WNI

Kepala BNPT, Komjen Suhardi Alius (berkemeja putih), menyerahkan dokumen kewarganegaraan Indonesia ke istri Umar Patek di Lapas Kelas I Surabaya, Jalan Pemasyarakatan Nomor 1, Macan Mati, Kebonagung, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (20/11).
Klik untuk perbesar
Kepala BNPT, Komjen Suhardi Alius (berkemeja putih), menyerahkan dokumen kewarganegaraan Indonesia ke istri Umar Patek di Lapas Kelas I Surabaya, Jalan Pemasyarakatan Nomor 1, Macan Mati, Kebonagung, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (20/11).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah akhirnya menyerahkan surat keterangan kewarganegaraan Indonesia kepada Ruqayyah binti Husein Luceno, istri narapidana tindak pidana terorisme (napiter) Umar Patek.

Untuk diketahui, Ruqayyah yang berkewarganegaraan Filipina, telah menetap di Indonesia sejak Juni 2009.

Baca Juga : Jakarta Diminta Nyontek Singapura dan Tokyo

Surat keterangan kewarganegaraan Indonesia itu diterima Ruqayyah di Lapas Kelas I Surabaya, Jalan Pemasyarakatan Nomor 1, Macan Mati, Kebonagung, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (20/11).

Kegiatan tersebut dilandasi Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor M.HH-16.AH.10.01 THN 2019, tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Atas Nama Gina Gutierez Luceno.

Baca Juga : Semoga Virus Corona Nggak Nyebar Via Transportasi Publik

Pertimbangannya, adalah alasan kemanusiaan. "Pengabulan permohonan kewarganegaraan Republik Indonesia dari Gina Guiterez, dilakukan berdasarkan pertimbangan kemanusiaan serta asas pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia," ujar Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), dalam keterangan resminya, Rabu (20/11).

Untuk diketahui, proses pemberian kewarganegaraan istri Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atas nama Umar Patek ini tak lepas dari upaya BNPT, yang bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM.

Baca Juga : Jokowi Privasi Pasien Terdampak Virus Corona Jangan Dibuka

"Ini adalah bentuk perhatian negara terhadap hak-hak WBP tindak pidana terorisme, yang dinilai telah membantu pemerintah dalam menanggulangi terorisme," tegas BNPT.

Acara penyerahan surat keterangan kewarganegaraan itu dihadiri oleh Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius, dan Kepala Lapas Kelas I Porong Tonny Nainggolan, serta disaksikan langsung oleh Umar Patek. [USU]