Percepat Pembiayaan Kesehatan, Swasta Bisa Jadi Akselerator

Klik untuk perbesar
Dialog kebijakan yang diselenggarakan atas kerja sama Kaukus Kesehatan DPR bekerja sama dengan Kemenkes dan Kemenkeu yang didukung PT Johnson and Johnson di Jakarta, Kamis (21/11). (Foto: Merry Apriyani/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pihak swasta diharapkan dapat mempercepat pembiayaan dan pencapaian cakupan kesehatan semesta di Indonesia. Sebab, setengah dari populasi di dunia belum mendapatkan akses layanan kesehatan dasar.

Presiden Direktur dari PT Johnson & Johnson, Sawan Malik, mengatakan pencapaian Universal Health Coverage atau UHC merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yang menunjukkan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik. 

Berita Terkait : Alhamdulillah, Peserta BPJS Bisa Double Claim

"Di Indonesia, biaya untuk mencapai UHC meningkat secara bertahap seiring berjalannya waktu. Hal tersebut pada akhirnya, dapat menjadi beban anggaran pemerintah di masa mendatang. Sektor swasta dapat menjadi akselerator pembiayaan dan implementasi Cakupan Kesehatan Semesta (UHC)," ungkapnya.

Keberlanjutan adalah perhatian utama untuk membantu mencapai tujuan kesehatan nasional di Indonesia. "Kami mendukung Pemerintah Indonesia dalam upaya mencapai tujuan kesehatan nasional dan memahami bahwa hal ini akan membutuhkan keterlibatan aktif para pemangku kepentingan, termasuk para donor, organisasi nirlaba, sektor swasta, dan publik," kata dia lagi.

Berita Terkait : Theo Sambuaga: Bamsoet Peduli Golkar

UHC didefinisikan sebagai jaminan bahwa semua orang memiliki akses ke layanan kesehatan yang diperlukan. Mencakup layanan kesehatan preventif, kuratif dan rehabilitasi, dengan kualitas yang cukup untuk menjadi efektif, sekaligus memastikan bahwa orang tidak mengalami kesulitan keuangan ketika membayar untuk layanan ini. UHC telah menjadi tujuan utama reformasi kesehatan di seluruh dunia dan merupakan tujuan utama WHO.

Di Indonesia, program jaminan kesehatan merupakan program utama pemerintah yang mendorong kemajuan menuju UHC. Program jaminan kesehatan di Indonesia yang dikenal sebagai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diluncurkan pada Januari 2014 dan dikelola oleh BPJS Kesehatan. Dengan 222 juta orang peserta JKN-KIS, program ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia. [MER]