Wasiat Ciputra: Wirausaha Tuntaskan Tiga Masalah Fundamental RI

Wasiat Ciputra: Wirausaha Tuntaskan Tiga Masalah Fundamental RI
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Banyak yang diwariskan mendiang Ciputra. Pengusaha bertitel Insinyur Teknik Arsitektur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) itu tak hanya mewariskan aneka tips sukses ataupun kiat bisnis yang hebat, tetapi juga meninggalkan pesan kuat untuk berwirausaha.

Menurutnya, wirausaha merupakan kunci untuk memecahkan tiga masalah fundamental yang dihadapi Indonesia hingga saat ini: korupsi, pengangguran, dan kesenjangan sosial.

Berita Terkait : Pertamina Buka Kesempatan Wirausaha untuk Mahasiswa Riau

"Indonesia sudah maju dalam segala bidang. Tapi masih ada yang jadi masalah, pertama korupsi, kedua pengangguran, dan ketiga kesenjangan sosial," ujar Ciputra di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, medio September 2017. ‎

Hal itu juga telah disampaikan langsung oleh Ciputra, kepada Presiden Jokowi. ‎"Saya berikan masukan ke Presiden, saya punya formula yang manjur untuk itu, yaitu entrepreneur. Kalau Indonesia jadi negara entrepreneur, pasti tiga hal itu akan berkurang," kata Ciputra pada September 2017.

Berita Terkait : Kemenperin Bina 250 Santri Jadi Wirausaha Industri Baru Di Banten

"Kalau ekonomi kuat, korupsi tidak akan ada. Kalau jadi entrepreneur, mereka sudah tidak mau korupsi. Orang korupsi, karena mereka ingin menjadi kaya," imbuhnya.

Pria yang terlahir dengan nama Tjie Rjin Hoan pada 24 Agustus 1931 ini pun menunjukkan semangatnya, dalam menyebarkan virus wirausaha.

Baca Juga : Polisi Buru Pemilik Mobil Yang Males Bayar Pajak

Kiprah Ciputra dalam hal ini, diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Ia pun diganjar dua rekor kepada Ciputra. Yang satu sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang. Satunya lagi, penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen terbanyak.

Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC), telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya 1.600 dosen. [HES]