Dipanggil Presiden di Reuni 212

Anies Salting Juga Saltum

Klik untuk perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri acara Reuni 212 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Anies Baswedan menjadi tamu paling istimewa dalam reuni 212, di Lapangan Monas, Jakarta, kemarin. Para peserta yang hadir memanggilnya “Presiden”. Disapa seperti itu, Anies terlihat salting alias salah tingkah. Dia juga datang ke lokasi dengan saltum alias salah kostum.

Ini adalah reuni ke-3 dari kelompok 212. Di tahun-tahun sebelumnya, tamu paling istimewa mereka ada lah Prabowo Subianto. Tapi, kini Prabowo sudah bergabung dengan pemerintahan Jokowi. Alhasil, mantan Capres 02 itu tak lagi diundang kelompok ini. Mereka mengalihkan undangan utama ke Anies.

Acara reuni dimulai sejak pukul 3 pagi. Peserta yang sebagian datang dari luar kota sudah berdatangan sejak dinihari. Mereka rata-rata tampil dalam balutan gamis atau baju koko putih. Sebagian lagi membawa atribut ormas.

Acara dimulai deng an salat tahajud, salat subuh ber jamaah, zikir, tausiyah, dan diakhiri ceramah. Tausiahnya diisi beberapa tokoh seperti Ustaz Ahmad Al-Habsyi dan Anies. Pentolan FPI, Rizieq Syihab, juga turut memberi tausiyah lewat rekaman suara.

Berita Terkait : Kini Soal Anggaran Komputer 128 M, Anies Ditembak Lagi

Anies tiba di lokasi sekitar pukul 6.15 pagi. Dia masuk melalui pintu VIP Monas. Kedatangan Anies disambut tepuk tangan dan teriakan takbir dari seluruh peserta. Mayoritas peserta juga mengabadikan momen ini dalam jepretan kamera ponsel dan juga merekamnya. Anies lalu naik panggung utama.

Di sana, dia tampak mencolok. Ketika yang lain berpakaian serba putih, Anies sendirian mengenakan seragam dinas PHD warna coklat lengkap dengan pin jengkol di dada kirinya. Pakaian tersebut merupakan baju dinas Gubernur DKI untuk hari Senin. Karena ini acara keagamaan, Anies menambahkan peci hitam di kepalanya.

Sebelum menyampaikan sambutan, Anies diteriaki pujian oleh para peserta reuni, “Presiden! Presiden! Presiden!” teriak peserta reuni di bagian depan panggung utama. Pembaca acara, Haikal Hassan, juga sempat memuji Anies.

Dia melemparkan pantun usai Anies berpidato. “Asap dapur pintu terbuka/Tercium sedap ikan peda//Indonesia akan berjaya/ Kalau Anies Baswedan pimpinannya,” kata Haikal Hadirin menimpali pantun tersebut dengan meneriakkan yel yel, “Presiden! Presiden! Presiden!”.

Berita Terkait : Dihadiri Anies, Baznas Gelar Puncak Acara Jakbee Hackathon

Di sambut begitu, Anies terlihat salah tingkah. Beberapa kali ia mengangkat tangan untuk menyetop yel yel itu. Tapi, yel-yel tak kunjung berhenti. Anies menunggu beberapa saat sampai pujian itu berhenti.

Dalam sambutannya, Anies bicara soal keberagaman dan persatuan. Kata dia, ada yang lebih unik dari sekadar keberagaman. Sebab, keberagaman sudah ada di banyak negara. Misalnya India, Tiongkok, dan Papua Nugini. “Yang sesungguhnya hebat di Indonesia ialah di sini ada persatuan,” kata Anies.

Anies pun sadar, keberagaman tidak bisa dijaga hanya dengan retorika. Cara menjaganya adalah dengan me mas tikan adanya keadilan. “Ketika kesetaraan kesempatan ada, ketika perlakuan yang sama ada pada setiap warga negara Indonesia, maka di situ kita akan mera sakan keadilan dan dengan begitu kita memiliki persatuan,” tuturnya.

Di jagat Twitter, setelan Anies mendapat sorotan. Ia disebut salah kostum ke acara itu.

Berita Terkait : Pasca Ledakan di Monas, Anies Jamin Kawasan Aman Kembali

Menanggapi itu, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik, menyampaikan, tak ada aturan khusus yang melarang seorang kepala daerah mengenakan pakaian dinas saat hadir di acara keagamaan. “Kan hari kerja. Dia diundang kapasitasnya sebagai apa? Gubernur, kan? Ya boleh dong. Masa iya dia pakai gamis? Dia pakai pakaian dinas dong karena kapasitasnya sebagai gubernur,” kata Akmal, saat dihubungi wartawan, kemarin.

Aturan soal seragam PNS dan kepala daerah diatur dalam Peraturan Mendagri Nomor 6/2016 tentang Pakaian Dinas PNS di lingkungan Kemendagri dan Pemda. Akmal menyebut, PNS atau kepala daerah wajib mengenakan pakaian dinas saat jam kerja. Jika menghadiri undangan, meski di luar jam kerja, mereka juga wajib mengenakan pakaian dinas.

Akmal juga tak mempermasalahkan kehadiran Anies dalam Reuni Akbar 212. Menurutnya, Anies hanya menghadiri undangan masyarakat sebagai pimpinan daerah. “Dia kan gubernur, gubernur seluruh masyarakat (DKI Jakarta). Dia kan diundang sebagai gubernur. Kita enggak pernah mengikat kegiatan A atau kegiatan B. Lagian dia (Anies) kan hadir di daerahnya sendiri,” tutur Akmal. [BCG]