RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap sembilan Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, periode 2014-2019.

Sepuluh orang itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Muara Enim.

Berita Terkait : Kasus Korupsi Proyek Jalan, KPK Garap Kepala Bapenda Muara Enim

Kesembilan orang itu adalah Indra Gani, Hendly Hadi, Faizal Anwar, Muhardi, Ahmad Fauzi, Verra Erika, Agus Firmansyah, Subahan, dan Piardi.

Mereka diperiksa untuk tersangka Ahmad Yani, Bupati Muara Enim periode 2018-2023. "Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AY," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa (3/12).

Berita Terkait : Kasus Suap Dan Gratifikasi MA, KPK Garap Tiga Saksi Buat Nurhadi

Selain Ahmad Yani, dalam kasus ini KPk juga menetapkan Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Elfin Muhtar dan pemilik PT Enra Sari, Robi Okta Fahlefi, sebagai tersangka.

Ahmad Yani diduga menerima suap senilai total Rp 13,9 miliar dari Robi melalui Elfin. Suap itu diduga terkait 16 paket pekerjaan di Kabupaten Muara Enim yang dimenangkan perusahaan Robi.

Berita Terkait : Kasus Suap Proyek PUPR Muara Enim, KPK Garap Ajudan Eks Ketua DPRD

Robi sudah disidangkan di Pengadilan Tipikor Palembang yang berada di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Sumsel. [OKT]