Ledakan Monas Tak Pengaruh Ke Istana

Klik untuk perbesar
Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman. (Foto: Twitter@Seskab)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ledakan granat asap yang terjadi di Monas tadi pagi tidak membuat Istana paranoid alias ketakutan. Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengungkapkan, tidak ada peningkatan pengamanan di Istana.

"Nggak ada sama sekali. Semuanya berjalan lancar. Istana aman. Presiden Jokowi orang yang sangat kuat kok," kata Fadjroel di Monas, Selasa (3/12).

Berita Terkait : Ada Ledakan di Monas, Diduga Berasal Dari HP

Fadjroel mengaku ingin meninjau lokasi ledakan untuk dilaporkan kepada Presiden nantinya. Presiden Jokowi sendiri tak berada di Istana.

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen Maruli Simanjuntak juga mengatakan, pengamanan Presiden Jokowi tetap berlangsung seperti biasa. Pengamanan harian untuk Jokowi disebutnya sudah kuat.

Berita Terkait : Masukan Masyarakat Diterima Semuanya

"Kita kan pengamanan harian sudah cukup kuat," tutur Maruli, memastikan. Ledakan terjadi di sisi utara Monas pukul 07.15 WIB.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dalam konferensi pers di Monas menyebut, ledakan berasal dari granat asap.

Berita Terkait : Dewan Pengawas KPK Terbuka Untuk Pensiunan Penegak Hukum

Granat asap tersebut meledak saat dipegang anggota TNI Serka Fajar. Akibatnya, dia terluka parah di bagian tangan kiri. Sementara satu anggota TNI lain, Praka Gunawan, mengalami luka di bagian paha. Kedua korban dibawa ke RSPAD Gatot Subroto.

Saat ini keduanya sedang dalam perawatan. Petugas masih menyelidiki bagaimana kronologi hingga ledakan terjadi. Mereka juga masih mencari tahu, dari mana granat asap tersebut berasal. Gatot memastikan, situasi kondusif. [OKT]