Anggap Bukan Penentu Proyek, MA Korting Hukuman Idrus Marham

Idrus Marham (Foto: Tedy O Kroen/RM)
Klik untuk perbesar
Idrus Marham (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mahkamah Agung (MA) mengurangi hukuman mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1. Majelis MA yang terdiri dari Ketua hakim Agung Suhadi, dengan anggotanya hakim Krisna Harahap dan Prof Abdul Latief sepakat mengorting hukuman mantan Sekjen Partai Golkar itu menjadi 2 tahun penjara dari 5 tahun yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.     

"Tanggal putusan, 02 Desember 2019. Amar Putusan; Kabul," begitu ‎bunyi amar putusan MA dalam situs MA, Selasa (3/12).     

Berita Terkait : PGN Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Jakarta

MA menyebut, Idrus Marham bukan penentu proyek PLTU Riau-1. Selain itu, dia tidak menikmati hasil suap yang didapat Eni Maulani Saragih dari pengusaha Johannes B Kotjo.       

Sebelumnya‎ Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Idrus Marham dengan pidana 3 Tahun penjara karena dianggap terbukti menerima suap terkait Proyek PLTU Riau-1, bersama-sama Eni Maulani Saragih. Tak puas putusan itu, Idrus Marham melalui pengacaranya mengajukan banding.‎

Baca Juga : Dapat Pelajaran dari Juventus, Malam ini Garuda Select Siap Hadapi Inter U-17

Namun di Pengadilan Tinggi DKI, hukuman Idrus justru diperberat menjadi 5 tahun bui. Idrus pun mengajukan kasasi ke MA. [OKT]