Memaafkan Penghina di Medsos

Ma`ruf Sungguh Ma`ruf

Wakil Presiden KH Maruf Amin. (Foto: Twitter@KH Maruf Amin
Klik untuk perbesar
Wakil Presiden KH Maruf Amin. (Foto: Twitter@KH Maruf Amin

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wapres KH Ma’ruf Amin punya sifat sepertinya namanya, “ma’ruf” yang berarti kebaikan. Meski dihina dengan kata-kata kasar, bahkan menyamakannya dengan hewan, Kiai Ma’ruf tidak marah. Mantan Rais Aam PBNU ini memilih memaafkan si penghinanya.

Orang yang menghina Kiai Ma’ruf itu bernama Ja’far Shodiq bin Sholeh Alattas. Hinaannya disampaikan dalam sebuah ceramah. Potongan video ceramah yang menghina Kiai Ma’ruf itu diungguh sendiri oleh Jafar ke akun Youtubernya, “Chanel habib ja’far shodiq bin alattas” pada 30 November 2019.

Dalam video berdurasi 1 menit 46 detik itu, Ja’far menggunakan kata (maaf) babi untuk menghina Kiai Ma’ruf. Video tersebut cukup viral. Sampai pukul 10 malam tadi, video itu sudah ditonton 101.000 kali.

Dalam video itu, awalnya Ja’far menceritakan kisah seorang murid Nabi Musa AS yang menyebarkan ilmunya untuk kepentingan duniawi, alias menjual agama. Kata dia, orang tersebut kemudian diubah oleh Allah SWT menjadi babi.

Berita Terkait : Ini Pesan Perdamaian Wapres Ma`ruf Untuk Dubes Joseph Donovan

Ja’far lantas mencontohkannya dengan ustaz zaman sekarang. “Maka, kalau zaman sekarang, andai kata ada ustaz-ustaz ba lyaran, ada ustaz-ustaz target yang di zaman Nabi Muhammad SAW, hi dup di zaman Nabi Musa AS sudah berubah menjadi seekor babi,” ucapnya dengan berapi-api."

“Berarti ustaz-ustaz bayaran apa?” tanya dia. “Babi” jaab para peserta yang hadir di ceramahnya. Dia mengulangi sampai tiga kali. Setelah itu, barulah Ma’ruf dihina.

Saat diminta tanggapan mengenai cemarah Ja’far ini, Kiai Ma’ruf terlihat santai. Dia mengaku sudah menonton video ceramah Ja’far. Dia tak marah. Dia memilih memaafkan Ja’far. “Ka lau bagi saya itu memang harus memaafkan orang yang memang lagi, bagaimana ya, di-press (ditekan),” ucapnya, di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kemarin.

Soal kata-kata Ja’far, Ma’ruf menganggap memang kebablasan. “Ya kebablasan saya kira itu,” imbuhnya. Ma’ruf menduga, ceramah itu dilakukan pada masa kampanye Pilpres 2019.

Berita Terkait : Tak Kelihatan, Kiai Ma`ruf Ke Mana?

Saat itu memang narasi kebencian dan permusuhan berseliwe ran di medsos. “Menurut saya, itu tidak baik,” tambahnya. Karena sudah memaafkan, Kiai Ma’ruf pun tak berniat melaporkan Ja’far ke polisi.

Dia hanya berharap, Ja’far tak mengulangi kesalahan tersebut. “Oh tidak (lapor polisi). Supaya tidak diulangi lagi yang seperti itu. Mudah-mudahan dia bisa menyadari saja dan mengubah cara bernarasi. Jangan menyampaikan pesan-pesan begitu agar lebih baik,” tandas Ma’ruf.

Hinaan Ja’far ke Kiai Ma’ruf ini ramai dibicarakan di dunia maya. Warganet murka dengan ucapan Ja’far yang sudah keterlaluan tersebut. “Ini penghinaan kepada simbol negara, presiden dan wakil presiden. Harusnya di usut, supaya tidak seenaknya menghina simbol-simbol negara lagi,” tulis akun @DiantyYasmine.

Akun @Adiwaswa1 menyebut, ucapan Ja’far yang kasar itu seperti terjadi di zaman jahiliyah. “Seperti kembali ke jaman jahiliyah, masa sebelum pengutusan, yang bergelimang kesyirikan, mulut bicara kasar, dan penuh kebencian. Astaghfirullah,” cuitnya. “Heran aku tu...ngaku zduriah nabi, akhlaq Abu Jahal,” timpal @Dha mar 03189902.

Baca Juga : Hadapi MotoGP2021, Zul Ingin NTB Jadi Produsen Motor Listrik

Ada juga beberapa warganet yang meminta Polisi segera bertindak. “Yth. @DivHumas_Polri @CCICPolri tolong ciduk orang ini. Ia sudah meng hina Wakil Presiden & menghina aga ma Islam. Usut tuntas,” pinta @Seiji Nobel sambil menyertakan tautan video penghina Ma’ruf. “Ini harus sece patnya di tangkap. Sangat kurang ajar sekali,” sahut @bastianmalau1.

Sebagian warganet memuji sikap Ma’ruf yang memaafkan Ja’far. “Islam Cinta Damai,” kicau @dadiriadi1. “Kiai Ma’ruf memang Ma’ruf,” timpal @Als Nugrahaa. [OKT]