Kasus Korupsi Dana Hibah KONI, KPK Garap Staf Kemenpora

Miftahul Ulum. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Miftahul Ulum. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Staf Kemenpora Edward Taufan Panjaitan dalam kasus suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018 yang menjerat eks Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka. 

Tapi, Edward yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satlak Prima 2016 itu diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Mitftahul Ulum, asisten pribadi Imam Nahrawi. 

Berita Terkait : KPK Telisik Peran Mantan Pebulutangkis Taufik Hidayat

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MIU," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah lewat pesan singkat, Jumat (6/12). 

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Imam dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum, menjadi tersangka kasus suap dan gratifikasi di Kemenpora. KPK menduga Imam telah menerima duit dengan total Rp 26,5 miliar selama kurun waktu 2014-2018. Sebagian uang itu, ia terima melalui Ulum.

Berita Terkait : Taufik Hidayat Jadi Perantara Gratifikasi Imam Nahrawi

KPK menengarai sebagian uang yang diterima Imam berasal dari pencairan dana hibah KONI tahun anggaran 2018. Selain itu, sebagian uang lainnya juga diduga diterima Imam selaku Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan terkait jabatan Imam lainnya di Kemenpora. Imam Nahrawi sudah membantah tudingan menerima uang Rp 1,5 miliar dalam kasus korupsi itu. [OKT]