Ketika Harley Ketemu Erick Thohir

Presiden Jokowi merayakan Hari Anti Korupsi di SMKN 57 Jakarta. (Foto: Setkab)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi merayakan Hari Anti Korupsi di SMKN 57 Jakarta. (Foto: Setkab)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ada yang menarik dalam acara hari antikorupsi di SMKN 57 Jakarta yang dihadiri Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Senin (9/12). Saat itu, seorang siswa diberi kesempatan bertanya oleh Presiden Jokowi. Ketika ditanya namanya, sang siswa SMK itu menjawab namanya "Harley". 

"Siapa nama panggilannya?" tanya Jokowi kepada sang siswa. "Harley," jawabnya. Sontak, nyaris seluruh hadirin, salah satunya Menteri BUMN Erick Thohir tertawa. 

Pernyataan Jokowi kemudian, membuat tawa hadirin kian keras. "Pak Erick Thohir tertawa ya, karena ada kasus," tutur Jokowi. Gerrr….

Berita Terkait : Erick Tak Ada Takutnya

Kasus yang dimaksud Jokowi adalah penyelundupan motor Harley Davidson oleh Ari Askhara di Pesawat Garuda Indonesia. Akibatnya, Ari dicopot dari posisi Dirut Garuda oleh Erick.

Kepada presiden, Harley bertanya soal pidana mati bagi koruptor di Indonesia. Jokowi menyatakan belum ada. Kecuali, korupsi yang dilakukan di tengah bencana. Itu pun, belum ada yang divonis hukuman mati. "Kalau korupsi bencana alam, dimungkinkan. Kalau nggak, tidak. Misalnya ada gempa, tsunami, di Aceh, atau di NTB kita ada anggaran untuk penanggulangan bencana, duit itu dikorupsi, bisa," jawab Jokowi. 

"Di luar bencana belum ada, yang sudah ada saja belum pernah diputuskan hukuman mati, Undang-Undang ada belum tentu diberi ancaman hukuman mati, di luar itu Undang-Undang-nya belum ada," imbuhnya. 

Berita Terkait : Jangan Dikira Investasi Kita Cuma Dari China

Jokowi pun mengingatkan kepada siswa-siswi untuk tidak melakukan korupsi sekecil apa pun. "Kita tidak boleh mengambil sesuatu dari hak kita, uang kas untuk pensi dipakai untuk beli bakso. Nggak boleh, sekecil apa pun tidak boleh," tegasnya. 

Erick Thohir sendiri sempat menyinggung kasus ini saat mentas dalam drama #PrestasiTanpaKorupsi. Erick berperan sebagai tukang bakso. Sementara Mendikbud Nadiem Makarim dan Menparekraf Wishnutama sebagai siswa SMA. 

Awalnya, Tama bersama Bedu, komedian yang juga ikut dalam pentas itu, tengah membicarakan soal nepotisme. Bedu bilang, dia punya koneksi untuk bisa masuk kampus yang diinginkannya. Tama lalu mengingatkan agar Bedu tak nepotisme. Tapi Bedu tak menggubrisnya. "Itu kan fasilitas bokap gue, gue manfaatin aja. Mumpung ada," sergah Bedu.

Berita Terkait : Jokowi Lantik 9 Wantimpres, Ada Dato Sri Tahir dan Arifin Panigoro

Mendengarnya, Erick si tukang bakso pun bereaksi. "Ini yang katanya anak bos?" tanya Erick yang diamini Tama. "Ini, Bang, sikat. Kayak Menteri BUMN tuh nyikat-nyikat yang kagak beres," tutur Tama. Hadirin tertawa sembari bertepuk tangan. 

Nah, setelah itulah, Erick yang memberi nasihat kepada Bedu, menyelipkan soal kasus Dirut Garuda. 

"Jangan mentang-mentang anak bos malah manfaatin fasilitas, relasi. Namanya nepotisme. Ntar kalau lo udah gede, terus jadi dirut, malah nitip barang-barang lo. Tukang bakso aja ngerti yang beginian," seloroh Erick. Sontak, tawa bergemuruh. Erick sendiri tampak tertawa. [OKT]