RMco.id  Rakyat Merdeka - Asa KPK agar Presiden Jokowi menghadiri Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di markasnya, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin, tak kesampaian. Jokowi memilih menghadiri acara Hakordia bersama anak-anak sekolah, di SMKN 57 Jakarta. Di sana, Jokowi nonton tiga menterinya main drama. KPK pun bertepuk sebelah tangan.

Untuk acara Hakordia di KPK, Jokowi mengutus Wapres KH Ma’ruf Amin. Kiai Ma’ruf datang ke lokasi ditemani Menko Polhukam, Mahfud MD; Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo; Menteri Keuangan, Sri Mulyani; Menteri KLH, Siti Nurbaya; dan Menkominfo, Johnny G Plate.

Acara di KPK cukup ramai. Sejumlah pejabat tinggi negara, kepala daerah, dan tokoh politik juga hadir. Di antaranya, Ketua MPR, Bambang Soesatyo; Ketua DPD, La Nyalla Mattaliti; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno; Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto; Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat; dan Waketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. Lima komisioner KPK terpilih juga tampak hadir.

Berita Terkait : Biar Transparan, Jokowi Dukung BPK Periksa Anggaran Penanganan Corona

Ada pun Jokowi menghadiri Pentas #PrestasiTanpaKorupsi di SMK 57 Jakarta. Di sini juga acara cukup ramai. Para pejabat yang datang antara lain Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Menkumham, Yasona Laoly; Menteri BUMN, Erick Thohir; Menparekraf, Wishnutama; dan Mendikbud, Nadiem Makarim.

Tiga nama terakhir bermain drama dalam acara tersebut. Erick jadi tukang bakso, sedangkan Tama dan Nadiem jadi anak sekolahan. Drama itu mengisahkan tentang seorang siswa yang ingin menggunakan uang kas untuk kepentingan pribadi.

Ada juga kisah tentang nepotisme, memanfaatkan jabatan orangtua untuk masuk ke universitas favorit. Dramanya tak formil-formil amat. Kadang disusupi lawakan. Beberapa kali Jokowi tampak tertawa menyaksikan pentas tersebut.

Berita Terkait : Jokowi Bentuk Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Corona, Ini Daftarnya

Setelah pentas selesai, Jokowi memberi sambutan. Presiden mengingatkan kepada para siswa, sekecil apa pun, tindakan korupsi tidak diperbolehkan. “Kita tidak boleh mengambil sesuatu dari bukan hak kita, uang kas untuk pensi (pentas seni) dipakai untuk beli bakso.

Nggak boleh, sekecil apa pun tidak boleh,” tegas Jokowi merujuk ke drama yang dimainkan Erick, Tama, dan Nadiem.

Selain itu, Presiden juga mengingatkan agar tindakan nepotisme tidak boleh dilakukan. Dia menyebut, korupsi merusak kehidupan negara dan rakyat. “Yang namanya, KKN, korupsi, kolusi, nepotisme tidak boleh,” tegasnya lagi.
 Selanjutnya