RMco.id  Rakyat Merdeka - Jelang peringatan Hari Bela Negara 19 Desember mendatang, Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang bersama Kementerian Sosial menyelenggarakan “Seminar Nasional dan Diskusi Aktual Pengusulan Chatib Sulaiman Sebagai Pahlawan Nasional” di Ballroom Hotel Aulia, Silaing Bawah, Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (12/12).

Seminar ini diadakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemko Padang Panjang, didukung oleh 19 kabupaten/kota, serta partai politik dan organisasi sosial kemasyarakatan di Sumatera Barat.

Saat membuka seminar ini, Asisten Perencanaan Umum, Martoni menegaskan, Pemko Padang Panjang mendukung usaha pengajuan Pahlawan Nasional untuk Chatib Sulaiman.

Berita Terkait : Pemkot Bandung Sukses Pertahankan Opini WTP

"Chatib punya keterikatan yang kuat dengan Padang Panjang. Bahkan, sejak pergerakan nasional, sudah jelas kiprahnya. Beliau tidak diragukan lagi sebagai tokoh nasional," jelas Martoni.

Rekomendasi Chatib Sulaiman sebagai pahlawan nasional, diajukan oleh Ketua Program Studi S2 Ilmu Sejarah Unand Nopriyasman, Syafrizal dan Dosen STKIP Yayasan Abdi Pendidikan, Payakumbuh yang juga penulis "Sang Republiken: Biografi Chatib Sulaiman", Fikrul Hanif Sufyan.

Chatib dinilai pantas digelari pahlawan nasional, karena ketokohan, nasionalisme, penggagas dan mengimplementasikan perjuangan dan pertahanan semesta.

Baca Juga : Menteri Sri Mulyani Usul Pemda Disuntik Insentif

Sejarah hidup Chatib pun memperlihatkan kualitas kepribadian yang pantas diteladani, ikhlas dalam tindakannya, dan mendahulukan kepentingan masyarakat dan bangsa.

Chatib juga dikenal sebagai seorang pejuang yang rela berkoban, demi tegaknya bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Dia tewas dalam peristiwa 15 Januari 1949 di Situjuh Batua Kabupaten Limopuluah Kota Sumatera Barat. Chatib gugur dalam tugas negara dan ia tetap mempertahankan dokumen hingga nafas terakhirnya. Sehingga, figur dirinya menjadi panutan besar untuk kerelaan berkorban bagi nusa dan bangsa. 

Baca Juga : Telkomsel Luncurin Paket Data Terjangkau Untuk Perguruan Tinggi

Guru Besar Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand) Prof Gusti Asnan, Sejarawan FIB Universitas Indonesia Muhammad Iskandar, Kepala Sub Direktorat Penghargaan dan Tunjangan Kesejahteraan Keluarga Pahlawan dan Perintis Kemerdekaan Kementerian Sosial Afni, Sejarawan dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Padang Siti Fatimah hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut.

Seminar yang dimoderatori Fikrul Hanif Sufyan ini diikuti oleh 200 peserta. Terdiri dari kalangan akademisi, tokoh adat, alim ulama, cendikiawan, budayawan, wakil-wakil lembaga legislatif dan eksekutif, peneliti, praktisi, guru-guru Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Atas, Lembaga Penelitian Pemerintah/Swasta.

Lembaga profesi seperti unsur Majelis Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah, Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI), Dewan Harian Daerah 45 (DHD-45), generasi muda, mahasiswa, pelajar, dan instansi terkait lainnya juga ikut hadir dalam seminar ini. [OSP]