Dipastikan Dihadiri Jokowi

Perayaan Natal Nasional Tebar Pesan Kuat Dalam Keberagaman

Presiden Jokowi saat meninjau lahan ibu kota baru di Kalimantan, Selasa (17/12). Foto: Twitter @jokowi
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi saat meninjau lahan ibu kota baru di Kalimantan, Selasa (17/12). Foto: Twitter @jokowi

RMco.id  Rakyat Merdeka - Keberagaman tidak mengenal suku atau latar belakang. Apalagi agama. Jika ini bisa dipraktikkan dengan benar, Indonesia akan semakin kuat dalam keberagaman. 

Inilah pesan yang akan ditebarkan dalam Perayaan Natal Nasional 2019 yang akan digelar Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/12). Presiden Jokowi sudah memastikan hadir di acara ini. 

Kepastian hadirnya Presiden diutarakan Ketua Panitia Perayaan Natal Nasional 2019, Juliari Batubara, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (18/12).

Berita Terkait : Presiden dan Menkes Saja Masih Tersenyum

"Presiden Jokowi akan hadir dalam perayaan Natal 2019, yang mengangkat pesan Indonesia kuat dalam keberagaman. Keberagaman tidak mengenal perbedaan suku latar belakang, hal ini agar negara kita bisa lebih kuat dengan merayakan keberagaman itu," ujar Juliari yang menjabat sebagai Menteri Sosial. 

Selain Presiden Jokowi, lanjut Juliari, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, pejabat tinggi negara, dan para tokoh lintas agama juga diundang untuk menghadiri Perayaan Natal Nasional 2019.

Diperkirakan undangan yang hadir akan mencapai 10.000 orang. Untuk tema perayaan Natal pada tahun ini yakni "Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang".

Berita Terkait : Jokowi Bakal Hadiri Kenduri Kebangsaan di Aceh, ABC Girang

Tema ini disuarakan Persekutuan Gereja Indonesia dan Konferensi Wali Gereja. Juliari menjelaskan makna dalam tema itu adalah bagaimana semua umat beragama hidup berdampingan.

Pada perayaan tersebut, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo akan menyampaikan pesan tersebut saat Perayaan Natal Nasional 2019.


Menurut Juliari, saling menghargai antarsesama umat beragama sangat penting, karena dengan begitu negara ini akan menjadi lebih kuat.

Berita Terkait : Jokowi Keluhkan Perizinan Yang Masih Ruwet

"Pesan saya, hargai perbedaan dan rayakan perbedaan," kata dia lagi. [KRS]