Di Hari Ibu

Megawati Ingin Dijadikan Teladan

Megawati Soekarnoputri. (Foto: IG@megawati.soekarnoputri)
Klik untuk perbesar
Megawati Soekarnoputri. (Foto: IG@megawati.soekarnoputri)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di Hari Ibu yang jatuh kemarin, Megawati Soekarnoputri memberi motivasi bagi perempuan Indonesia. Dia merasa, jumlah perempuan yang berkecimpung di dunia politik masih kecil. Ketum PDIP ini lalu menceritakan pengalamannya berkarir di politik sampai puncaknya menjadi presiden ke-5 RI. Mega berharap, ada perempuan lain yang mengikuti jejaknya.

Motivasi itu disampaikan Mega saat menjadi pembicara kunci peringatan Hari Ibu yang diselenggarakan Badan Pembinaan I deologi Pancasila dan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, kemarin.

Acara yang bertema “Perempuan Hebat Indonesia Maju” itu juga dihadiri banyak tokoh. Antara lain Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP, Try Sutrisno; Menkeu, Sri Mulyani; dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya. Dalam pidatonya, Mega berpesan kepada seluruh perempuan Indonesia agar tak takut terjun ke dunia politik. “Saya merasa kesepian banyak yang tidak mau ke politik, karena menurut mereka masuk politik itu tabu,” ucap Mega.

Mega menekankan, konstitusi tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Jadi, tidak perlu lagi perempuan mengejar agar bisa setara Karena dalam konstitusi, kedudukan perempuan sama dan sederajat. Mega lalu mencontohkan sejumlah perempuan yang sukses terjun ke dunia politik.

Berita Terkait : Megawati Perintahkan Kader PDIP Buka Dapur Umum untuk Bantu Korban Banjir Jakarta

Ia menyebut Sri Mulyani yang beberapa kali menduduki jabatan politik. Lalu, putrinya, Puan Maharani, yang sekarang menjadi ketua DPR. Terakhir, Mega menceritakan kiprahnya yang pernah menjadi wapres dan presiden. Mega mengatakan, capaian tersebut bukan sebagai ajang pamer, melainkan agar bisa menjadi inspirasi bagi kaum perempuan lainnya.

“Sebagai sosok perempuan Indonesia, memang saya ini seperti sering kali disubyo-subyo, diangkat-angkat. Karena memang kalau dilihat tokoh saya, Megawati Soekarnoputri, dapat dijadikan tokoh. Bukan dalam artian menyombongkan diri, tetapi untuk bisa ibu-ibu, anak-anak kita, perempuan terutama juga mengikuti jejak langkah apa yang saya lakukan selama ini,” ucapnya.

Menurut Mega, kehadiran perempuan di dunia politik penting untuk menjalankan tata pemerintahan yang lebih baik. Perempuan diharapkan dapat membuat kebijakan yang mendukung kaum perempuan. Mega lalu mendorong kaum perempu an dapat maju seperti dirinya yang pernah menjadi Presiden Indonesia.

“Saya sangat merindukan sekiranya ada perempuan yang berkeinginan menjadi wakil presiden, untuk menjadi presiden, why not?” ujarnya.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Mega juga meminta perempuan saling mendukung, bukan menjatuhkan perempuan lain yang ingin maju. Tidak hanya di bidang politik, Mega juga ingin agar perempuan memiliki karier yang tinggi di bidang militer. Dia mencontohkan, saat zaman penjajahan, Indonesia pernah memiliki Laksmana Malahayati yang memimpin peperangan.

Mega pun ingin agar ada perempuan yang menjadi Panglima TNI. “Apakah tidak boleh Panglima TNI kaum perempuan? Presiden saja bisa. Artinya ke bawahnya juga bisa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sri Mulyani mengakui masih banyak hambatan bagi perempuan untuk bisa berkiprah di panggung nasional maupun internasional. Salah satunya karena adanya konstruksi sosial dan kultural yang menempatkan perempuan tidak boleh lebih maju dari laki-laki.

“Perempuan dianggap konco wingking,” ucap dia. Padahal, kata Sri Mulyani, semua peran itu bisa dilakukan jika antarpasangan dapat saling berkomunikasi dan berbagi peran. Kiprah perempuan di panggung politik ini menjadi perbincangan warganet.

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Sebagian mengucapkan terima kasih kepada para aktivis perempuan yang berada di pemerintahan maupun di legislatif. “Kita patut bangga dengan kaum perempuan di legislatif. Menjaga agar kebijakan-kebijakan publik atau politik tidak bias gender,” ujar @zha_dudut.

Pemilik akun @mamgetap menyebut, pesan Mega ada benarnya. Karena jika melihat sejarah Hari Ibu, bisa diketahui bahwa perempuan ikut andil dalam perjuangan.

“Perjuangan perempuan pada masa kolonial untuk maju mengambil peran secara ekonomi dan politik harus kita contoh,” ujarnya.

Akun @1EB2 menyatakan hal yang sama. Kata dia, jalan perempuan ke panggung politik saat ini semakin terbuka lebar setelah Megawati jadi presiden. “Jadi Panglima TNI sangat boleh! Kapolri pun, dan sebagainya,” ucapnya. [BCG]