Kecelakaan Bus Sriwijaya, YLKI Desak Pemerintah Perbaiki Uji KIR

Bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang, yang terjatuh di jurang berkedalaman 150 m pada Senin (23/12). (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang, yang terjatuh di jurang berkedalaman 150 m pada Senin (23/12). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Kepolisian dan Kementerian Perhubungan untuk segera mengusut penyebab kecelakaan bus di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi menduga, penyebab utama kecelakaan tersebut adalah faktor teknis seperti rem blong, atau faktor manusia.

"Ini adalah tragedi di saat masyarakat merayakan libur panjangnya," ujarnya dalam keterangan tertulisnya Rabu (25/12).

Baca Juga : Arab Saudi Larang Warga Negara-negara GCC Masuk ke Mekkah dan Madinah

Menurut Tulus, faktor manusia lazim menjadi penyebab utama kecelakaan bus umum. Misalnya, karena kelelahan, mengantuk, ngebut, dan ugal-ugalan.

Tak kalah penting, Tulus mendesak pemerintah untuk memperbaiki praktik uji KIR. Tulus menilai, selama ini praktik uji KIR lbih banyak formalitasnya saja. "Ada dugaan permainan patgulipat antara pemilik PO Bus, pengemudi, dengan oknum petugas dinas perhubungan," ungkapnya.

Akibatnya, kata Tulus, banyak kendaraan umum yang sejatinya tidak laik jalan tetapi tetap beroperasi di jalan raya. Apalagi, saat periode puncak.

Baca Juga : Bangun Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Bisa Terapkan Intervensi Terbatas

Jika praktik uji KIR tak beranjak dari anomali semacam itu, Tulus menyarankan tes tersebut diswastanisasi alias diserahkan pada bengkel yang punya kompetensi dan tersertifikasi. Selain itu, Tulus juga menyebut perlunya sistem yang bisa memaksa pengemudi beristirahat per 3-4 jam perjalanan. 

Di era digital seperti sekarang, Tulus menilai, mengontrol dan memaksa pengemudi istirahat saat menempuh perjalanan bukan hal sulit. "Sudah waktunya, penumpang bus mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan saat menggunakan kendaraan umum," ucapnya.

Seperti diketahui, Bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang dengan jenis kendaraan Mitsubishi Fuso BM bernomor polisi BD 7031 AU mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di Jalan Lintas Pagar Alam - Lahat KM 9 Desa Plang Kenidai Kelurahan Plang Kenidai Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, Senin (23/12) pukul 23.15 WIB.

Baca Juga : Mahathir Siap Jadi Perdana Menteri Malaysia Lagi

Bus tersebut masuk jurang sedalam 150 m, dan jatuh ke aliran Sungai Lematang.

Akibatnya, 28 orang meninggal dunia dan 13 luka-luka, dari total penumpang kurang lebih 50 orang. [HES]