KPK Periksa Empat Saksi Suap Hibah KONI

Tersangka kasus suap dana hibah KONI, mantan Menpora Imam Nahrawi (Foto: Tedy Kroen/RM)
Klik untuk perbesar
Tersangka kasus suap dana hibah KONI, mantan Menpora Imam Nahrawi (Foto: Tedy Kroen/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Kamis (26/12), mengagendakan pemeriksaan untuk empat orang saksi dari unsur swasta.

Mereka akan diperiksa terkait kasus dugaan suap penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora pada KONI 2018.

Keempat saksi itu yakni Desi Krisdanti, Muchsin Mohdar, Mamat Mohdar dan Fais.

Berita Terkait : Nahrawi Tebar Ancaman

Keempatnya diperiksa sebagai tersangka bagi Imam Nahrawi. Muchsin Mohdar diketahui merupakan adik ipar dari BJ Habibie. Dia adalah suami dari Sri Rahayu Fatima alias Yuyuk Habibie.

Mucshin juga merupakan President of PT Mohdar Sentana Holding.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan eks Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora pada KONI 2018.

Berita Terkait : Imam Nahrawi Juga Didakwa Terima Gratifikasi Rp 8,6 Miliar

Penetapan tersangka Imam merupakan hasil pengembangan dari perkara sebelumnya.

Selain Imam, KPK juga menetapkan asisten pribadi (aspri) Menpora, Miftahul Ulum.

Imam dan Miftahul diduga menerima Rp 14,7 miliar. Imam juga disinyalir meminta uang Rp 11,8 miliar selama 2016-2018. Total dugaan penerimaan Imam mencapai Rp 26,5 miliar.

Baca Juga : Jaksa Agung Kebanyakan Omdo

Uang diduga commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan pihak KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018.

Imam dan Miftahul dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jun,to Pasal 64 ayat (1) KUHP. [OKT]