RMco.id  Rakyat Merdeka - Ahli hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Prof Indriyanto Seno Adji mengapresiasi kinerja Polri yang berhasil mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.  

"Pengungkapan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan merupakan keberhasilan Polri yang patut diapresiasi di ujung akhir tahun 2019 ini," ujar Indriyanto, Jumat malam (28/12).

Baca Juga : Melalui FGD, Fadel Gali Pandangan Akademisi dan Birokrat Soal Haluan Negara

Eks Plt Pimpinan KPK ini menilai, Tim Teknis Polri yang sangat ekspertise alias berpengalaman atau ahli dari berbagai unsur internal ini memang melakukan pendalaman terhadap hasil kerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang diserahkan kepada Kapolri, saat itu dijabat Tito Karnavian, awal Oktober 2019.

"Dan memang tidak sia-sia hasil maksimal dari kedua tim ini, khususnya Tim Teknis yang bekerja tanpa kenal waktu dan tenaga," puji Indriyanto lagi. 

Baca Juga : PBB: Myanmar Hapus Desa-desa Rohingya dari Peta

Sekalipun begitu, dia mengingatkan Polri agar menjunjung prinsip praduga tidak bersalah terhadap anggota aktif korps baju cokelat berinisial RB dan RM itu. "Dan biarkanlah hukum yang akan memutuskan perbuatannya kelak," tutupnya. 

Pujian untuk Polri juga datang dari Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan. "Kami menilai ini adalah kado terbaik Polri pada Natal dan menjelang tahun baru kepada masyarakat Indonesia," ujar Edi.

Baca Juga : PSBB Jakarta, LIB Gelar Medical Workshop 2020 Secara Virtual

Mantan komisioner Kompolnas itu menyatakan, pengungkapan tersangka teror terhadap Novel itu menjadi bukti Polri selama ini bekerja keras dan tak pernah mengenal lelah demi mengungkap kasus itu. Edi juga memuji Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, yang bertindak tegas meskipun pelaku adalah anggota Polri aktif. [OKT]