RMco.id  Rakyat Merdeka - Dua pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, dipindahkan dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri, Sabtu (28/12).

Keduanya, RM dan RB, dibawa keluar dari Polda Metro Jaya pukul 14.25 WIB. Dua pelaku, yang disebut merupakan polisi aktif, digiring oleh penyidik dan Provos Polda Metro Jaya.

Berita Terkait : Norwegia Dikutuk Dunia

Keduanya mengenakan baju tahanan orange. Kedua tangannya terborgol dengan kabel ties.

Mereka terus menundukkan kepala, hingga akhirnya saat hendak memasuki mobil tahanan, seorang di antara mereka yakni RB, berseloroh soal Novel. "Tolong dicatat, saya nggak suka sama Novel karena dia pengkhianat!" tegas RB dengan nada tinggi.

Baca Juga : Pramono Ubaid Tanthowi, Komisioner KPU Ketiga Yang Positif Covid-19

Keduanya kemudian dibawa meluncur ke Bareskrim Polri. Hanya butuh 15 menit untuk mencapai Gedung Bareskrim Polri, yang berada di dalam Komplek Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

RM dan RB tiba di sana pukul 14.40 WIB. Seperti di Polda, keduanya dikawal ketat. Salah satu yang tampak mengawal, Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Aryo Seto.

Baca Juga : DPP PDIP Fokus Menangkan Pilkada Blitar

RB, melempar senyum. Sementara RM hanya menunduk. Tak ada satu pun pernyataan yang keluar dari mulut keduanya hingga memasuki gedung Bareskrim. Dua tersangka itu akan ditahan selama 20 hari ke depan.

"Mulai hari ini juga, tersangka sudah dilakukan penahanan. Kita tahan 20 hari ke depan. Nanti, penyidik akan segera menyelesaikan kasus ini," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono. [OKT]