RMco.id  Rakyat Merdeka - Majelis Syuro ormas Persatuan Ummat Islam (PUI) menggelar Pelantikan dan Sidang Majelis Syuro, di Majelangka, Jawa Barat, Jumat (27/12). Acara ini dihadiri Bupati Majelangka Karna Sobahi.

Acara di awali dengan pembukaan dan pelantikan Anggota Majelis Syuro terpilih periode 2019-2024 di Pendopo Kantor Bupati Majalengka. Acara ini hadiri pengurus PUI Pusat sampai daerah.

Dalam sambutannya, Karna Sobahi menyambut baik dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya kegiatan ini. Sebab, mengingatkan kembali bahwa Majalengka telah melahirkan dan mempersembahkan salah satu putra daerah terbaiknya bagi Indonesia.

“Tertulislah dalam sejarah bahwa Majalengka ini memiliki spirit heroisme pejuang nasional yang lahir di Majalengka yakni KH. Abdul Halim, salah satu anggota BPUPKI yang juga sebagai pendiri PUI, tentu kehadiran beliau dengan berbagai spirit perjuangan telah membangkitkan semangat perjuangan rakyat majalengka. Tentu harapan besar dari pertemuan hari ini akan menjadi momentum yang sangat strategis bagi kebangkitan kembali ormas PUI yang sangat progresif”, katanya.

Berita Terkait : RI Bisa Makin Disegani Di Pentas Politik Dunia

Karna menegaskan, di Majalengka PUI merupakan ormas terbesar dengan jumlah umatnya yang paling banyak. Tetapi banyaknya jumlah lembaga-lembaga pendidikan dan warga PUI tidak berarti keberadaannya bisa mengungkit SDM yang dimiliki. Karena itu beliau meminta perhatian seluruh stake holder PUI untuk membuat langkah-langkah yang  bisa mengungkit kualitas SDM-SDM generasi penerus yang di miliki. 

“Saya sangat menyambut kegiatan ini, diharapkan agenda-agenda Sidang Majelis Syuro yang akan dilaksanakan tiga hari ke depan dapat menghasilkan kebijakan-kebijakan dan program-program yang dapat mendorong serta memberdayakan potensi-potensi kelembagaan. PUI sudah teruji secara historis tinggal bagaimana kita melanjutkan perjuangan para pendiri untuk terus melakukan Ishlah perbaikan dan mengimplementasikan semangat doktrin Intisab yang telah diwariskan, demi jaya dan rayanya bangsi Indonesia melalui generasi penerus PUI”, pungkasnya.

Ketua Majelis Syuro PUI, Ahmad Heryawan dalam arahannya memberikan penegasan terhadap seluruh Anggota Majelis Syuro terpilih serta seluruh komponen yang hadir agar tetap memegang teguh komitmen membesarkan PUI serta mengembangkan tiga karakter keunggulan PUI.

Pertama karakter keagamaan, yakni pemahaman agama ahlus sunnah wal jama’ah yang komprehensif sekaligus moderat dan menyatukan. “Kita fleksibel menghormati perbedaan sepanjang perbedaan tersebut sesuatu yang diperbolehkan dalam cabang-cabang keagamaan akibat dari perbedaan penafsiran atau pendapat dari teks-teks keagamaan yang ada, tetapi kita ada pada posisi saling menghormati satu sama lain,” ujarnya.

Berita Terkait : Pilkada, Ajang Golkar Panaskan Mesin Partai

Kedua, karakter kebangsaan. “kita ingin menghantarkan pada pemahaman dan komitmen serta realisasi nilai-nilai kebangsaan dalam perjuangan kita, baik itu Pancasila, UUD NRI, NKRI, bhineka tunggal ika. Dan, ketiga, Karakter Kemanusiaan, harapan kita banyak masalah kemanusiaan terselesaikan,” paparnya. 

Menurut dia, berhasilnya pembangunan SDM jika sudah berhasil menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan. Masalah kemiskinan terselesaikan, masalah kebodohan terselesaikan dan ketidakadilan terselesaikan, akan berakibat pada kemajuan dan kesejahteraan. “Ketika PUI bersama dengan pemerintah, anak-anak bangsa dan ormas-ormas yang lain berpihak pada kemanusiaan maka akan berdampak pada kemajuan bangsa”, jelasnya.

Pelantikan dan Sidang Majelis Syuro ini mengambil tema Wasathiyah Islam dan Ree-Engineering Organisasi Menuju Indonesia Maju. Ketua panitia pengarah, Nurhasan Zaidi menjelaskan, ada tiga agenda besar yakni pembahasan draft amandemen Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga, Pemilihan Ketua Umum PUI periode 2019-2024 beserta jajaran pimpinan Pusat, pembahasan rencana strategis serta Peresmian Gedung Bersejarah BAPERMIN (Balai Permusyawaratan Muslimin) Majalengka pasca renovasi sebagai Pusat Dakwah dan Kantor Perwakilan Pimpinan Pusat PUI.

“Sidang Majelis Syuro yang digelar di Gedung Bapermin ini diharapkan menjadi momen bersejarah untuk kembali melahirkan semangat perjuangan organisasi di era yang penih tantangan ini. Sejarah telah mencatat bahwa gedung ini telah melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa, pahlawan nasional, serta menjadi saksi atas berdirinya organisasi PUI,” lanjutnya.

Baca Juga : Agar Lolos, Calon Independen Pilkada Ketapang Harus Buktikan Dukungan KTP di PTUN

Menurut dia, Gedung Baperin akan kembali menjadi kantor perwakilan Pimpinan Pusat sekaligus pusat dakwah dan PUI. Sudah disepakati untuk mempertahankan dan memperkuat kaderisasi PUI ditempat asalnya sekaligus menata kembali aset-aset PUI agar teroptimalisasi dengan baik. 

Menurutnya, pemilihan lokasi ini juga mengingatkan bahwa eksistensi PUI dihadapkan pada tantangan besar peradaban bangsa ditandai dengan perkembangan dan pembangunan infrastuktur nasional yang strategis diMajalengka. “Kita akan gerakkan kembali ruh Ishlah dan perjuangan dari sini. PUI akan berkontribusi demi mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang maju, berperadaban dan penuh berkah, Insyaallah”, pungkasnya.

Sidang Majelis Syuro yang rencananya akan ditutup pada hari ahad (29/12/19) telah melahirkan beberapa kesepakatan dan telah meMILIH dan akan menetapkan Badan Pekerja Majelis Syuro PUI periode 2019 2024, dengan susunan Ketua Majlis Syuro KH. Ahmad Heryawan, Wakil Ketua KH. Nazar Haris, Wakil Ketua KH. Jaja Jahari, Sekretaris KH. Iding Bahruddin, Ketua Dewan Pakar Irfan Syauqi Beik, Ketua Dewan Syariah Prof KH. Endang Soetari, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat KH. Munandi Saleh, Ketua Umum DPP PUI, KH. Nurhasan Zaidi, Wakil Ketua Wido Supraha dan Sekjen Raizal Arifin. [DIT]