Tangan Diborgol, Mulut Teriak-teriak

Penyiram Novel Berwajah Sangar

DIGIRING: Berkaos oranye dan tangan diborgol, RB (depan) dan RM (belakang) digiring aparat Polda Metro Jaya, kemarin. Mereka resmi ditahan untuk 20 hari ke depan. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Klik untuk perbesar
DIGIRING: Berkaos oranye dan tangan diborgol, RB (depan) dan RM (belakang) digiring aparat Polda Metro Jaya, kemarin. Mereka resmi ditahan untuk 20 hari ke depan. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dua pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, RM dan RB, dipamerin ke publik, kemarin. Kaosnya oranye. Tangannya diborgol. Kedua pelaku ini berwajah sangar. Yang satu perawakannya agak pendek, gempal. Satu lagi, lebih tinggi. Keduanya berkulit gelap.

RM dan RB, dibawa keluar dari Polda Metro Jaya pukul 14.25 WIB. Dua pelaku, yang disebut merupakan polisi aktif, digiring penyidik dan Provos Polda Metro Jaya.

Keduanya mengenakan kemeja tahanan orange. Tangan masing-masing terborgol ke depan dengan kabel ties putih. Keduanya terus menundukkan kepala hingga akhirnya saat hendak memasuki mobil tahanan, seorang di antara mereka, berseloroh soal Novel. "Tolong dicatat, saya enggak suka sama Novel, karena dia pengkhianat!" teriak RB dengan nada tinggi.

Mereka kemudian dibawa meluncur ke Bareskrim Polri. Hanya butuh 15 menit untuk mencapai gedung Bareskrim Polri yang berada di dalam kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Berita Terkait : Mobil dan Motor Listrik di Jakarta Tak Perlu Bayar Pajak

RM dan RB tiba di Bareskrim pukul 14.40 WIB. Seperti di Polda, keduanya dikawal ketat. Salah satu yang tampak mengawal, Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Aryo Seto. Si pria gempal melempar senyum. Sementara satunya, hanya menunduk. Tak ada satu pun pernyataan yang keluar dari mulut keduanya hingga memasuki gedung Bareskrim. Dua tersangka itu akan ditahan selama 20 hari ke depan.

"Mulai hari ini juga, tersangka sudah dilakukan penahanan. Kita tahan 20 hari ke depan. Nanti penyidik akan segera menyelesaikan kasus ini," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono.

Argo menyebut seorang berperan sebagai pengemudi, dan satu melempar Novel dengan air keras. Namun dia tak merinci. "Perannya itu nanti pengadilan yah kita tunggu," imbuh Argo. Argo meminta, semua pihak menunggu fakta-fakta terkuak dari penyidikan. "Banyak orang berpersepsi, makanya harus dengan fakta. Kita tunggu fakta," tandasnya.

Kapolri Jenderal, Idham Azis mengapresiasi, jajarannya yang mampu mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel. "Sebagai pimpinan Polri, saya mengapresiasi pelaksanaan tugas dan kinerja," ujar Idham usai konpres Polri akhir tahun 2019 di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu kepolisian (PTIK), kemarin.

Berita Terkait : Penyerang Novel Ditangkap, Semoga Prestasi Kapolri Berlanjut

Namun demikian, ada kekecewaan dirasakan Idham. Sebab, dua pelaku merupakan anggota Polri aktif. "Di balik itu, saya juga prihatin karena ternyata pelakunya anggota Polri," imbuhnya.

Meski begitu, Idham memastikan proses penyidikan tetap akan dilakukan, dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. "Saya sudah bilang tadi, di satu sisi saya mengapresiasi, tapi di sisi lain saya prihatin atas kejadian ini. Namun tetap harus kami lakukan proses penyidikan," tutur Idham.

Dia berpesan, kepada Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono untuk transparan dalam penyelidikan. Persidangan kasus itu, akan dilakukan terbuka. "Beri waktu para penyidik melakukan proses penyelidikan. Ke depan, sidangnya juga akan terbuka di PN," tandasnya.

Di tempat yang sama, Kabareskrim memastikan, anggota polisi aktif berinisial RM dan RB merupakan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel. Menurutnya, hal itu lebih penting ketimbang mempertanyakan apakah pelaku ditangkap atau menyerahkan diri. "Itu teknis, kita yang paling penting yang kita yakinkan bahwa kita tidak salah tangkap dan itu adalah pelaku sesungguhnya," tegasnya.

Berita Terkait : Polisi Kok Cuma Kasih Inisial Saja

Penyidik juga mendalami motif pelaku menyiram air keras kepada Novel. Selain itu, korps baju cokelat juga menelusuri kemungkinan ada yang menyuruh pelaku melakukan aksi teror itu. "Terkait motif, sampai saat ini kita terus dalami. Apakah ini dilakukan sendiri atau ada yang menyuruh, ini masih didalami," ujar Listyo.

Dia memastikan, penyidik bekerja cermat dan transparan. "Kalau faktanya ada perkembangan mengarah ke tersangka lain, kita tak ada masalah. Tapi kan semuanya harus ada kesesuaian, pembuktian, ada pengecekan keterangan dengan fakta yang didapati," tuturnya.

Ketua Komisi III DPR, Herman Herry, akan menggelar rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Idham Azis pada masa sidang berikutnya. Rapat kerja dilakukan untuk mendalami penangkapan pelaku penyerangan terhadap penyidik Novel. "Hal ini guna menggali informasi lengkap dan menyeluruh dari kepolisian serta mengawal agar penyelidikan kasus ini dilakukan setuntas-tuntasnya," ujar Herman dalam keterangannya, kemarin.

Status kedua pelaku yang merupakan polisi aktif, diharapkan Herman tidak mengganggu koordinasi aparat penegak hukum dalam pemberantasan korupsi. "Polri dan KPK harus tetap solid bergerak memberantas korupsi," harapnya. Politisi PDIP itu meminta penegak hukum yang menangani kasus Novel tersebut bertindak profesional. [OKT]