Firli: Pencegahan Korupsi Bisa Selamatkan Keuangan Negara Lebih Banyak

Ketua KPK, Firli Bahuri (Foto: Tedy Kroen/RM)
Klik untuk perbesar
Ketua KPK, Firli Bahuri (Foto: Tedy Kroen/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberikan gambaran arah kebijakan komisi antirasuah ke depan. Ia mengatakan, pola penegakan hukum KPK ke depan harus mampu memberikan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan yang nyata.

“Bukan menebar ketakutan berusaha dan ketidakpastian investasi,” kata Firli, ketika dikonfirmasi, Selasa (31/12).

Berita Terkait : KPK Panggil Lagi Politisi Berkarya Vasco Ruseimy

Oleh sebab itu, ia tak mau pola penegakan hukum seperti operasi tangkap tangan (OTT), yang menurutnya kurang kondusif terhadap iklim usaha. 

Firli juga menilai, penegakan hukum seperti OTT tak terlalu efektif. Khususnya  dalam mengembalikan keuangan negara.

Berita Terkait : Firli CS Diminta Usut Dugaan Korupsi Impor Mobil Mewah Diplomatik

Ia menuturkan, sepanjang 2016-2019 KPK sudah melakukan OTT sebanyak 87 kali. Namun, OTT yang telah menjadikan 327 tersangka itu, dinilai tak seberapa banyak menyelamatkan kerugian negara.

“Uang negara yang bisa diselamatkan hanya Rp 1,7 triliun. Jumlah itupun hasil total dari uang denda, uang pengganti, dan barang rampasan,” jelas Firli.

Berita Terkait : Kumpulkan Pengusaha, Kadin Sosialisasikan RUU Cipta Kerja dan Perpajakan

"Tapi, kalau kita mencegah korupsi, kita bisa menyelamatkan lebih banyak. Terbukti, pencegahan korupsi mampu menyelamatkan potensi kerugian keuangan negara pada tahun 2016-2019 sebesar Rp 61,5 triliun,” tutup Firli. [OKT]