RMco.id  Rakyat Merdeka - Menghadapi momen pergantian tahun, PT PLN (Persero) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pembangkit dan Pusat Pengatur beban Jawa Bali. 

Vice President Public Relation PLN, Dwi Suryo Abdullah menjelaskan, inspeksi yang dilakukan langsung bersama jajaran direksi bertujuan memantau dan memastikan kembali kesiapan pasokan listrik.

"Kami memantau kondisi 22 sistem besar di Indonesia termasuk beberapa sistem isolated," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (31/12).

Sementara itu, untuk memastikan keandalan pasokan dan pelayanan listrik yang ada di Indonesia, Jajaran Direksi PLN melakukan Video Conference dengan General Manager PLN Unit Induk dan Direksi Anak Perusahaan.

Sidak siaga kelistrikan malam tahun baru dimulai di Unit Pelaksana Pengatur Distribusi UP2D Jakarta.  Perusahaan pelat merah ini menyiagakan sebanyak 2.337 personel di malam pergantian tahun.

Baca Juga : Doni Minta Peserta Pilkada Patuhi Protok Kesehatan

Personel bertugas hingga Tahun Baru 2020 di seluruh wilayah kerja PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya. Beberapa titik keramaian malam tahun baru di Jakarta juga mendapat pantauan khusus seperti Bundaran Hotel Indonesia, Monas, dan Ancol.

PLN mendukung penuh pasokan listrik untuk seluruh rangkaian acara malam tahun baru yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang diselenggarakan di Bundaran HI, Silang Barat Daya Monas, Terowongan Kendal, Spot Budaya Dukuh Atas, tenda kuliner di Jalan Thamrin, dan panggung hiburan di Jalan Wahid Hasyim.

Untuk menjaga kehandalan pasokan yang berada di lokasi pusat-pusat keramaian tersebut PLN siagakan gardu hubung bergerak, trafo bergerak, dan UPS .

Adapun dalam kunjungan tersebut, diketahui perkiraan beban puncak di Jakarta pada malam tahun baru yaitu 3.800 Mega Watt (MW).

Sedangkan beban siang ini terjadi siangnya hanya sebesar 3.106 MW, padahal ketika hari tidak libur rata-rata mencapai 5.200 MW. Rendahnya beban listrik di Jakarta dikarenakan banyak beberapa industri, perkantoran dan pusat-pusat bisnis yang libur, selain itu, warga Jakarta juga banyak yang berlibur ke luar kota.

Baca Juga : Bawaslu : 14 ASN Diduga Langgar Netralitas Di Pilkada Kabupaten Bandung

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo juga melakukan sidak didampingi Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali, Haryanto WS berkunjung ke beberapa instalasi listrik yang ada di kota Yogyakarta.

Kunjungan ini merupakan komitmen Jajaran Direksi PLN mengetahui kesiapan dan memberikan dukungan moril kepada pasukan PLN dalam melaksanakan tugas menjaga pasokan listrik selama libur natal dan Tahun Baru 2020.

"Kunjungan ini dilakukan dalam rangka untuk melihat secara langsung kesiapan keandalan listrik khususnya di Wilayah Jawa Tengah dan DIY. Dengan begitu masyarakat bisa merayakan tahun baru 2020 dengan nyaman," Ungkap Darmawan Prasodjo. 

Sejalan dengan semangat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, Darmawan mengimbau kepada para petugas yang berjaga di titik vital kelistrikan untuk dapat meminimalisir segala potensi gangguan, dengan melakukan tindakan preventif sebelum malam tahun baru. 

Ia juga memotivasi dan memberikan semangat kepada seluruh petugas PLN untuk tetap siaga menjaga keandalan pasokan listrik.

Baca Juga : Jalur Sepeda Di Bandung, Baiknya Contek Negara China

"Selain itu juga berpesan untuk selalu menjaga kesehatan selama bertugas dan mengunakan alat pelindung diri agar tetap aman dalam melakanakan tugas," katanya.

Secara keseluruhan, PLN menetapkan masa siaga pada H-7 sampai H+7 Natal dan Tahun Baru, mulai dari 18 Desember 2019 hingga 8 Januari 2020. Selama masa siaga ini, PLN menyiapkan 2.327 posko siaga dan 31.337 personel.

"Selain itu ada 4.591 unit kendaraan yang siap bertugas 24 jam untuk menjaga keandalan pasokan listrik yang tersebar di seluruh Indonesia," tutup Dwi Suryo Abdullah. [JAR]