Surat Berharga Rusak Akibat Banjir, Jangan Khawatir, ANRI Layani Restorasi Gratis

Logo ANRI (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Logo ANRI (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Banjir yang melanda Jabodetabek sejak kemarin berdampak luas. Selain kerusakan infrastruktur dan mengakibatkan korban jiwa, juga menyebabkan kerusakan pada arsip penting milik masyakat yang tersimpan di rumah. Mengutip laman anri.go.id, untuk meminimalisir kerusakan arsip masyarakat, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) memberikan layanan restorasi gratis untuk arsip keluarga terdampak bencana, (1/1).        

Berita Terkait : Jangan Wacana Terus, Lakukan!

Masyarakat dapat mendatangi Posko Layanan Restorasi Arsip Keluarga (LARASKA) yang terletak di Gedung ANRI, Jl Ampera Raya No 7 Cilandak Jakarta Selatan mulai 2 Januari 2020 pukul 07.30 s/d 15.30. Arsip keluarga yang dimaksud berupa Akte Perkawinan, Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP, Sertifikat Tanah, Ijazah dan berkas-berkas penting lainnya. Arsip yang dibawa harus merupakan arsip yang asli.        

Baca Juga : Kemendes-Shopee Jajaki Peluang Produk Desa Tembus Pasar Internasional

"ANRI menggunakan tehnologi Vacum Freeze Dry Chamber yang merupakan bantuan dari Jepang untuk dapat menyelamatkan arsip-arsip yang terkena bencana ini. Layanan perbaikan arsip ini mengacu kepada Undang-Undang 43 Pasal 34 tahun 2009 tentang kearsipan dan Peraturan Kepala ANRI Nomor 23 tahun 2015 tentang Perlindungan dan Penyelamatan Arsip dari bencana yang juga mengatur mengenai penyelamatan arsip dari dampak bencana yang menimpa masyarakat sehingga hak keperdataan rakyat terlindungi," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (2/1).        

Baca Juga : Soal Virus Corona, Menkes: Saat Ini Indonesia Siaga Satu

Laraska merupakan layanan gratis kepada masyarakat untuk merestorasi atau memperbaiki fisik arsip keluarga. Laraska dari ANRI ini selaras dengan program Keluarga Tangguh Bencana atau Katana yang peluncurannya dipusatkan di Pasie Jantang, Aceh Besar pada 6-8 Desember 2019. Dalam situasi bencana, tidak hanya manusianya yang perlu diselamatkan tetapi dokumen penting yang melekat sebagai identitas setiap individu maupun sebuah keluarga. [USU]