RMco.id  Rakyat Merdeka - Jenderal bintang satu bernama Novi Helmy Prasetya mendadak jadi perbincangan simpatik masyarakat, di tengah musibah banjir yang melanda Jabodetabek. Sebagai Komandan Korem 061/Surya Kencana Bogor, ia segera turun ke lapangan demi melihat banjir melanda teritori binaanya.          

Egy Massadiah, Tenaga Ahli BNPB, menjadi yang pertama kali menginformasikan ihwal sepak terjang Danrem bernama lengkap Brigjen TNI Novi Helmy Prasetya itu. Egy mengaku salut atas kesigapan Brigjen Novi turun langsung bersama prajuritnya, membantu para korban banjir. "Keselamatan warga yang utama," kata Egy.          

Sekitar pukul 11.30 Rabu (1/1), Novi dan para prajurit TNI dan unsur lain berada di Perumahan Vila Nusa Indah, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Perumahan Villa Nusa Indah 1 dan Nusa Indah 2 Bojong Kulur, Gunung Putri itu dilanda banjir setinggi 70 sampai 120 cm. Selain karena curah hujan tinggi, banjir disebabkan meluapnya sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi.          

Baca Juga : Puluhan Warga Swiss Belajar Bahasa Indonesia Virtual

Tampak Brigjen Novi masuk ke rumah yang terendam banjir dan keluar dengan membopong bayi mungil dan mengevakuasinya keluar rumah. Di luar, ibu si jabang bayi sudah berada di atas perahu karet. Ia segera menyambut bayi kesayangannya dari pertolongan Brigjen Novi.        

Bukan hanya itu. Prajurit yang merajut karier dari kesatuan Kopassus, kelahiran Madura ini juga menggendong lelaki lanjut usia, dan mengevakuasinya ke daerah kering. Apakah ini ada kaitannya dengan tanggal lahirnya yang 10 November (Hari Pahlawan)? Entahlah, yang pasti, Novi telah menebar nilai-nilai positif tentang bagaimana seorang pemimpin seharusnya.         Dalam koteks lain, Bogor yang rawan bencana, beruntung pernah memiliki para Komandan Korem yang peduli terhadap lingkungan. Tahun 2010-2011, misalnya, Korem Surya Kencana pernah dikomandani Kolonel Doni Monardo. Ketika itu, Doni sangat gencar melakukan gerakan penanaman pohon.        

Novi Helmy ternyata juga sangat peduli terhadap alam dan kebencanaan. Seperti sudah suratan takdir, jika ia berdinas di Bogor. Sebab, daerah terbanyak dilanda bencana selama tahun 2019 adalah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurut Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, selama 2019 terjadi 754 bencana.      

Baca Juga : Palestina Mikir Keluar dari Liga Arab

Jika dirinci, puting beliung mendominasi jenis bencana di Bogor, yakni sebanyak 225 kejadian. Selebihnya tanah longsor (180 kejadian), banjir (48), dan lain-lain (330). Yang masuk kategori lain-lain, di antaranya tersambar petir, pohon tumbang, dll.        Beberapa waktu lalu, Korem yang dipimpin Novi Helmy bekerja sama dengan Pemkab Bogor menggelar simulasi penanganan bencana, di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Bogor. Saat itu, Brigjen Novi mengatakan, “Saat ini mulai masuk musim bencana karena perubahan alam. Kami ingin seluruh pihak siap siaga saat bencana terjadi,” ujarnya.      

Dengan menebar nilai-nilai keteladanan, saat bencana datang, ia menunjukkan satunya kata dan perbuatan. Terjun langsung ke lokasi bencana bersama pasukan, dan membantu para korban yang terkena musibah.      

Berdasar catatan hingga berita ini diturunkan, tidak terdapat korban jiwa. Jumlah rumah yang terendam tercatat sekitar 400 unit. Tak kurang 30 warga masih mengungsi di Kantor Desa Bojong Kulur.      

Baca Juga : KKB Kembali Tembak Dua Warga Sipil Di Papua

Guna membantu para korban banjir, Danrem tidak sendiri. Banyak elemen lain yang terlibat siaga di Poskotis penanganan bencana di Villa Nusa Indah. Mereka antara lain 1 pleton anggota siaga Bencal Kodim 0621/Kab. Bogor, 60 anggota Yonif 315/Garuda, pleton Anggota Satuan Kopassus, 1 pleton Anggota Satuan Brimob, dan relawan bela alam. Sampai berita ini diturunkan, kegiatan evakuasi masih berlangsung. [USU]