Muhadjir: Banjir Jakarta Siklus 25 Tahunan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Kepala BNPB Doni Monardo meninjau lokasi Pintu Air Manggarai, dan mendengar penjelasan operasional Pintu Air Manggarai oleh ibu Ika, Kepala Seksi Dinas Sumber Daya Air, Kamis (2/1). (Foto: Humas BNPB)
Klik untuk perbesar
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Kepala BNPB Doni Monardo meninjau lokasi Pintu Air Manggarai, dan mendengar penjelasan operasional Pintu Air Manggarai oleh ibu Ika, Kepala Seksi Dinas Sumber Daya Air, Kamis (2/1). (Foto: Humas BNPB)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy bersama Kepala BNPB Doni Monardo menyambangi Pintu Air Manggarai, Kamis (2/1). Keduanya datang untuk memeriksa kesiapan antisipasi banjir.

Kedua pejabat tersebut mendengarkan paparan yang dijelaskan oleh salah satu petugas.

"Saya hari ini mencoba meninjau beberapa titik untuk mengecek kondisi lapangan, terutama dalam penanganan khususnya kepada yang menjadi korban banjir. Kemudian juga melihat dari fasilitas sarana dan prasarana yang digunakan untuk mengantisipasi kalau terjadi banjir serupa pada saat berikutnya," kata Muhadjir di lokasi, Kamis (2/1).

Berita Terkait : Jakarta Banjir Lagi, Pertamina Tanggap Salurkan Bantuan

Muhadjir menilai, banjir yang terjadi di beberapa wilayah Jabodetabek akibat cuaca ekstrem siklus 25 tahunan. Sehingga, bisa saja banjir terjadi di wilayah luas.

"Saya kira, saya sepakat bahwa ini semacam siklus 25 tahunan sehingga memang ini kejadian yang sangat ekstrem. Karena itu, kalau kemudian menciptakan dampak yang sangat meluas, tidak hanya terjadi di DKI. Tetapi juga di wilayah yang lain. Itu harus kita maklumi," ujarnya.

Muhadjir melanjutkan, banjir juga terjadi lantaran kurangnya antisipasi terhadap curah hujan yang tinggi. Dia menilai, masyarakat telah lengah dengan acara Tahun Baru.

Berita Terkait : PLN Sudah Nyalakan 1.096 Gardu Pasca Banjir Jakarta

"Barangkali juga terkait dengan saat libur, dan sedang memperingati tahun baru. Banyak warga yang lengah ketika kejadian ini. hingga tidak diantisipasi dengan sungguh-sungguh," katanya.

Dia mengimbau masyarakat agar mengambil pelajaran dari peristiwa ini. Menurutnya, dengan situasi apa pun, masyarakat harus tetap siap dan waspada.

"Karena itu, ini pelajaran berharga untuk kita semua. Ketika kita sedang bergembira, sedang bersuka ria, jangan lupa mungkin bala siap mengintai kita," tandas Muhadjir. [HES]