Normalisasi Vs Naturalisasi

Pemprov DKI: Sama Aja, Beda Bahasa Doang...

Normalisasi Vs Naturalisasi Pemprov DKI: Sama Aja, Beda Bahasa Doang...
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Dinas Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Juaini Yusuf meminta polemik istilah normalisasi vs naturalisasi disudahi saja. Yang penting Pemprov DKI siap kembali melebarkan Sungai Ciliwung tahun ini.

"Sama saja sebenarnya normalisasi naturalisasi itu sama saja bedanya bahasa doang tujuannya kan ngelebarin," kata Juaini di Jakarta, Senin (6/1).

Berita Terkait : Yang Gugat Pemprov DKI Soal Banjir Punya Motif Politik?

Menurutnya, baik normalisasi maupun naturalisasi bertujuan untuk lebih banyak menampung debit air. "Namanya sungai dulu-dulu kan 20-30 meter. Sekarang paling tinggi 10-15 meter daya tampung jadi kurang. Makanya itu perlunya dinormalisasi atau naturalisasi," tambahnya.

Dijelaskan Juaini, tugas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait normalisasi sungai ialah melakukan pembebasan lahan. Sedangkan pengerjaan dilakukan sepenuhnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Berita Terkait : Diperintah Jokowi Lanjutkan Normalisasi Sungai, Anies Malah Lempar ke PUPR

"Anggaran (pembebasan lahan) kita ya sekitar Rp 600 miliar. Ya pembebasan Ciliwung, Pesanggarahan, sama waduk-waduk bagi untuk sungai dan waduk," tambahnya.

Tahun ini, sambung Juani, akan dilakukan pembebasan 118 bidang lahan di 4 kelurahan. “Yakni, Kelurahan Tanjung Barat, Pejaten Timur, Cilitan dan Bale Kambang," ungkapnya. [KRS]