Soal Dugaan Pilot Tahan Penumpang di Bali, Bos Garuda Minta Maaf

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Manajemen Garuda Indonesia memberikan penjelasan soal protes seorang penumpang, terkait etika pilot dalam penerbangan GA 404 Rute Jakarta-Denpasar.

Pilot tersebut diduga menahan seorang penumpang kelas bisnis beserta keluarganya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, karena menganggap penumpang itu menghina maskapai penerbangan pelat merah tersebut, pada Sabtu (4/1).

Terkait hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Fuad Rizal mengaku akan segera menginvestigasi persoalan tersebut. 

Berita Terkait : Disebut Bawa Penumpang Kena Corona, Garuda Kandangkan GA 858

Atas nama Garuda Indonesia, Fuad juga meminta maaf soal kejadian tersebut.

"Saat ini,  Garuda Indonesia sedang menginvestigasi pilot yang dimaksud. Kami ingin mengetahui lebih lanjut, apakah yang bersangkutan telah melampaui kewenangannya ketika bertugas, atau telah bekerja sesuai prosedur," papar Fuad dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (7/1).

Fuad mengklaim, pihaknya telah berkomunikasi dengan penumpang yang bersangkutan. Menurutnya, telah ada penyelesaian yang baik antara Garuda dan penumpang tersebut. 

Baca Juga : Tinggikan Pintu Stasiun MRT

Terkait adanya data pribadi penumpang yang bocor sebagai imbas masalah tersebut, pihak Garuda mengaku sangat menyesal.

“Dapat kami pastikan, hal tersebut (bocornya data penumpang, Red) bukan berasal dari pihak Garuda Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (4/1), jagat Twitter dihebohkan dengan cerita seorang penumpang kelas bisnis Garuda Indonesia, yang mengaku ditahan keluar Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali bersama keluarganya - yang juga turut serta dalam penerbangan tersebut - oleh pilot pesawat GA 404 rute Jakarta-Denpasar.

Baca Juga : Masyarakat Rame-rame Nolak Larangan Dokumentasi Persidangan

Peristiwa bermula saat pramugari tak mengizinkan suaminya mengantarkan sang anak ke toilet dengan alasan keamanan. Alasannya, pesawat sudah dalam posisi akan mendarat, namun menunggu antrean.

Kecewa tidak diizinkan, suaminya itu kembali ke tempat duduk, dan mengeluh ke istrinya. Diduga, sambil mengeluarkan kata-kata umpatan.

Begitu mendarat dan hendak keluar bandara, sejumlah petugas mencegat penumpang itu dan keluarganya. Kabarnya,  para petugas ini diperintah oleh pilot karena dianggap menghina Garuda. [KPJ]