RMco.id  Rakyat Merdeka - Massa atau kelompok yang menggugat Gubernur DKI, Anies Baswedan soal banjir di ibukota pada awal tahun 2020 diyakini punya motif politik. 

Demikian diungkapkan Ketua Umum Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Daniel Hutapea.

Berita Terkait : Anies Melawan Balik


"Air itu anugerah Tuhan. Berkah. Mosok kita mengutuk pemberian Tuhan. Kalau mau gugat alam silakan. Memang ada pasalnya? Kalau enggak bisa nunjukkan pasal berapa di KUHAP, berarti ada motif politik," ujarnya pada wartawan, di Jakarta, Selasa (14/1).


Siapa yang berambisi menjatuhkan Anies gara-gara banjir tersebut? Daniel menyebut, yang pasti, kelompok yang tak ingin nama Anies makin besar dan jadi calon serius di pilpres berikut. 

Berita Terkait : Fahira: Pemprov DKI Sudah Maksimal Jalankan 3T, Mari Balas dengan 3M


"Kan mereka mau majuin yang di Surabaya (itu). Padahal, pilpres kan, masih lama. Jangan terburu nafsu dong," sindirnya.

Dia pun menyoroti soal pemilik mall yang berencana menggugat Pemprov DKI. "Jangan latah. Mereka harusnya memperhitungkan amdal dan infrastruktur sebelum membangun mall. Tingginya berapa supaya tidak kena banjir, dampak dan risikonya juga. Itu kesalahan infrastruktur mereka kalau kena banjir," tegasnya.

Baca Juga : 6 Lokasi Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini....

Sekadar info, sekelompok masyarakat yang menamakan diri Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020 resmi melayangkan class action atau gugatan perwakilan kelompok kepada Anies Baswedan. Gugatan didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/1) lalu. 

Juru Bicara Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020 Azas Tigor Nainggolan mengklaim, gugatan tersebut mewakili 243 orang korban banjir di lima wilayah DKI Jakarta. Tigor menuturkan, gugatan dilayangkan karena Anies tidak mampu bekerja secara baik dan lalai dalam menjalankan kewajiban hukum. [KRS]