Yang Lain Sibuk Banjir, Riau Mulai Was-was Karhutla

Peta lokasi sebaran titik panas/hotspot di Riau (Foto: Humas BNPB)
Klik untuk perbesar
Peta lokasi sebaran titik panas/hotspot di Riau (Foto: Humas BNPB)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sementara wilayah lain sibuk dengan ancaman musibah banjir, Provinsi Riau justru mulai memasuki musim kemarau. Ancaman kebakaran hutan dan lahan, mulai nyata.

Berdasarkan pantauan titik panas /hotspot oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam periode 1 s.d 14 Januari 2020 pukul 21.00 WIB, terpantau 130 titik dengan sebaran di Kabupaten Bengkalis 38 titik, Kota Dumai 27 titik, Pelalawan 24 titik, Indragiri Hilir 11 titik, Kepulauan Meranti 9 titik, Siak 9 titik, Indragiri Hulu 5 titik, Rokan Hilir 4 titik, Bengkalis 1 titik, Kampar 1 titik, dan Kuantan Sengingi 1 titik.

Baca Juga : Sudah Minta Maaf, Yasonna Saja Masih Diceramahi Pengamat

Sedangkan pantauan titik panas/hotspot pada hari Selasa 14 Januari 2020 di Riau terdapat 9 titik, di Pulau Rupat - Bengkalis 5 titik, di Kuala Kampar - Pelalawan 3 titik, dan di Kuala Indragiri - Indragiri Hilir 1 titik. 

Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan unsur masyarakat, langsung bekerja untuk memadamkan karhutla yang terjadi.

Baca Juga : Pindah Ibu Kota Berpotensi Dorong Perekonomian Kita

Selasa (14/1), dilaporkan pemadaman satu titik api di Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, dan Kabupaten Indragiri Hulu, oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indragiri Hulu.

Lahan yang terbakar merupakan lahan gambut berupa semak belukar, dengan luas kurang lebih 10 hektar.

Baca Juga : Kasus Suap Proyek Masjid Agung di Solok Selatan, KPK Tahan Bos Dempo

Untuk memadamkan, dikerahkan 60 orang yang terdiri dari jajaran BPBD, Kodim, dan Polres Indragiri Hulu yang masing-masing terdiri dari 15, 20, dan 10 orang. Selain itu, juga turut melibatkan anggota Manggala Agni, 2 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), dan 2 anggota masyarakat.

Korem 031/WB melaporkan, sampai 13 Januari 2020, sudah sekitar 60 hektar lahan terbakar dengan 51 hektar sudah padam. Sisanya, masih proses pendinginan. [HES]