Doyan Keluar Negeri, Prabowo ‘Ditusuk’ Kawan

Menhan Prabowo Subianto. (Foto: Instagram)
Klik untuk perbesar
Menhan Prabowo Subianto. (Foto: Instagram)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto lagi doyan kunker ke luar negeri. Kebiasaan Ketua Umum Gerindra ini mendapat kritik tajam dari teman sekutunya di Pilpres lalu, PKS.

Tiga bulan setelah dilantik, Prabowo telah melawat ke delapan negara: Malaysia, Thailand, Turki, China, Filipina, Jepang, Prancis,?dan Jerman. Dia juga dijadwalkan akan terbang ke Rusia.

Siapa politisi PKS yang berani mengkritik Prabowo? Mardani Ali Sera orangnya. Ketua DPP PKS itu menyebut-nyebut pidato Jokowi sebagai dasar kritik ke Prabowo. “16 Agustus 2019 lalu, Presiden Jokowi mengingatkan agar meminimalkan kunjungan ke luar negeri,” ujar Mardani, kemarin

Jokowi, lanjut Mardani, secara demonstratif menyatakan kunjungan kerja ke luar negeri bisa dilakukan lewat telepon seluler. Soalnya, dunia sudah saling terkoneksi. 

Berita Terkait : Perkuat Diplomasi Pertahanan, Prabowo Kunjungan Kerja Ke Abu Dhabi

Mardani mengingatkan, kunjungan kerja ke luar negeri mesti memiliki tujuan yang jelas. Dia berharap, ada timbal balik yang setimpal dari kunjungan kerja Prabowo ke tujuh negara itu.

“Kunjungan ke luar negeri monggo saja dilakukan, tetapi mesti dipastikan return on investment-nya jauh lebih baik. Dan semua perlu disampaikan kepada publik secara transparan,” tegas Mardani.

Mardani berharap, Prabowo siap diawasi masyarakat. Soalnya, uang yang digunakan kunjungan ke luar negeri berasal dari masyarakat. “Semua pejabat publik mesti siap untuk mendapat pengawasan dari publik. Karena dana yang digunakan memang dana masyarakat,” tandasnya.

Kritik juga datang dari “kawan” Prabowo di Pilpres 2019, yakni Partai Demokrat. Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut, aksi Prabowo yang mengunjungi tujuh negara dalam misi diplomasi selama dua bulan belakangan tidak penting dilakukan. Hal tersebut diungkapkan

Berita Terkait : Hasil Survei, Sandi Mulai Pepet Prabowo dan Anies

Ferdinand lewat aku twitternya @ FerdinandHaean2, kemarin.

Dalam cuitannya, Ferdinand mene­gaskan, langkah Prabowo dalam me­mutakhirkan persenjataan bangsa tidak harus dengan plesiran. “Modernisasi alutsista bukan dengan cara jalan­ jalan. Tinggal tanya TNI kebutuhan kita untuk modernisasi itu apa saja,” cuit Ferdinand.

Selanjutnya, apabila telah diketahui kebutuhan serta jenis senjata yang dibutuhkan, kata dia, pemerintah da­ pat menyebarkan undangan kepada sejumlah produsen senjata dari seluruh dunia untuk hadir ke Indonesia. “Setelah itu undang produsennya ke Jakarta, ajukan anggarannya, tender­kan/ beli,” jelas Ferdinand. Dia meng­ingatkan, indonesia bukan negara yang terkena embargo. “Sehingga tak perlu diplomasi macam­macam untuk beli senjata,” tutupnya.

Merespons kritikan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, Prabowo mela­kukan kunker ke luar negeri bukan kehendak pribadi. Melainkan, atas perintah Presiden Jokowi.

Berita Terkait : Emil Baik-baikin Prabowo

Kunker itu atas perintah Presiden dalam rapat terbatas untuk meninjau meningkatkan hubungan kerja sama pertahanan dengan negara­negara yang dikunjungi,” tegas Dasco di kom­pleks MPR/DPR Senayan, kemarin. “Sekaligus kemudian melihat alat­alat pertahanan. Jadi itu bukan kehendak Pak Prabowo untuk jalan jalan. Satu lagi, (PKS) jangan genit,” sindirnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Si­ manjuntak mengatakan, diplomasi per­tahanan merupakan bagian penting dari konsep besar pertahanan indonesia. “Sejak awal beliau menyatakan bah­wasanya dua bulan sampai enam bulan pertama beliau akan fokus pada modernisasi alutsista,” ujarnya. [BCG]