Gandeng @Amerika, ID Next Leader Paparin Pentingnya Kesetaraan Gender

ID Next Leader (IDNL) berkolaborasi dengan @america mengadakan event  Woman and Leadership, Whats Next. (Foto: Ist)
Klik untuk perbesar
ID Next Leader (IDNL) berkolaborasi dengan @america mengadakan event Woman and Leadership, Whats Next. (Foto: Ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - ID Next Leader (IDNL) berkolaborasi dengan @america mengadakan event  “Woman and Leadership, What’s Next”. Event yang diadakan di Pasific Place, Jakarta Selatan, Sabtu (18/1) ini diadakan untuk memberikan wawasan tentang pentingnya kesetaraan gender alias gender equality. 

Pada event kali ini IDNL dan @america menghadirkan empat pembicara. Keempatnya adalah Staf Khusus Presiden Dhini Shanti Purwono. Kemudian, Regional Leader “Girl Up”, United Nation Foundation Arimbi Yogasara. Lalu, Executive Director IDNL  HokkoP Situngkir dan Director of General Affairs IDNL Chairunissa Fuadillah. 

Hokkop Situngkir membeberkan, perempuan yang duduk di legislatif Indonesia masih di bawah 30 persen. "Sementara di jabatan struktural PNS kita di level eselon 4 dan 5 masih cenderung seimbang. Namun di top level management di eselon 1, 2 dan 3, proporsi wanita masih di bawah 20 persen," ungkap Hokkop. 

Baca Juga : Deputi Pencegahan dan Plt Juru Bicara KPK Diadukan ke Dewas

Dini Shanti Purwono menimpali, jumlah wanita di parlemen Indonesia masih lebih baik dari Amerika Serikat (AS). "Di Amerika Serikat, jumlah wanita di parlemen hanya di angka 20 persen," imbuh Dini. 

Sedikitnya perempuan yang menduduki posisi strategis itu dinilai Dini terjadi lantaran adanya budaya "merendahkan perempuan" yang ditanamkan oleh keluarga. Yang disayangkan, ujarnya, kebanyakan wanita justru menerima dan melakukan “pembiaran” atas budaya itu. "Salah satu penyebab lainnya juga karena kinerja legislatif perempuan belum signifikan terasa oleh masyarakat," tambah Dini. 

Sementara Arimbi Yogasara selaku Regional Leader Girl Up United Nation Foundation menjelaskan, Girl Up, merupakan salah satu gerakan untuk mencapai kesetaraan gender atau gender equality. Gerakan ini sudah dilakukan di banyak negara. 

Baca Juga : Komisi VII DPR Akan Cari Jalan Keluar Masalah Larangan Ekspor Nikel

Arimbi menerangkan, kesetaraan gender bisa dicapai tanpa harus memenangkan diri atas gender satu terhadap gender lainnya. "Gender equality bukan kompetisi, namun harus dicapai untuk membuat semuanya lebih bahagia," ujarnya. 

Director of General Affairs IDNextLeader Chairunissa Fuadillah yang menutup sesi diskusi berharap, Gerakan IDNextLeader yang didirikan bersama rekan-rekannya di Yayasan tersebut dapat memberikan support system bagi semua orang yang ingin menjadi pemimpin di bidang masing-masing yang digelutinya. Termasuk, bagi perempuan. 

“IDNextLeader ingin menjadi support system bagi seluruh teman-teman yang bersedia Bersama untuk membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan, terutama dalam hal kepemimpinan perempuan. Seluruh perempuan perlu 3 B, yaitu percaya atau believe dan berani atau be brave, serta berjuang atau be resilient," tuturnya. 

Baca Juga : Wamen PUPR Keluhkan Pembangunan Di Daerah Lambat

Yayasan IDNL merupakan sebuah wadah perkumpulan anak-anak muda Indonesia melakukan gerakan strategis, non-profit, dengan semangat untuk: mencari, mengakselerasi, dan menjejaringkan pemimpin-pemimpin potensial Indonesia di masa mendatang, di berbagai sektor, dan berbagai tingkatan. [OKT]