Kemendagri Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Ormas Abal-abal

Bahtiar (Foto: Dok. Kemendagri)
Klik untuk perbesar
Bahtiar (Foto: Dok. Kemendagri)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kapuspen Kementerian Dalam Negeri (Kepmendagri), Bahtiar, mengimbau agar masyarakat tak mudah terbujuk rayuan penipuan, apalagi berkedok Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).      

"Kemendagri imbau agar masyarakat tak mudah terbujuk rayu untuk menjadi kaya raya mendadak, apalagi bergabung dengan Ormas yang tak jelas rekam jejaknya," kata Bahtiar, di Jakarta, Sabtu (18/1).      

Berita Terkait : Gerak Cepat, Kemendagri Sosialisasi Perubahan Pencairan Dana Desa di 33 Provinsi

Bahtiar juga meminta masyarakat cermat dalam melihat unsur dugaan penipuan yang dilakukan dengan berkedok perkumpulan maupun sebuah Organisasi Kemasyarakatan.."Hati-hati penipuan, masyarakat harus cermat jika bergabung dalam sebuah perkumpulan maupun Ormas," ujarnya.      

Terkait munculnya fenomena perkumpulan masyarakat di berbagai daerah, seperti Keraton Agung Sejagat di Purworejo dan Sunda Empire di Bandung sebagai gejala sosial, pihaknya mengaku prihatin dan meminta masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sosialnya.      

Berita Terkait : Pemerintah Matangkan Opsi Evakuasi WNI Dari Wuhan

"Dibungkus dengan Organisasi Kemasyarakatan, dijanjikan ada dana dan keuntungan yang bisa dibagikan sebagainya, jelas kami prihatin karena ini mengarah pada penipuan. Oleh karenanya, bagi masyarakat yang menjadi korban maupun melihat ada gejala dan bibit-bibit seperti ini di lingkungannya, segera laporkan pada aparat pemerintah dan pihak keamanan setempat," pinta Bahtiar.         

Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri juga meminta kepada jajaran Kesbangpol seluruh Indonesia agar proaktif melakukan deteksi dini terhadap aktivitas organisasi kemasyarakatan yang berpotensi merugikan masyarakat. Di antaranya melalui koordinasi dengan Forkopimda.

Baca Juga : Mantap, Pasar KPR BTN Capai 90,82 Persen

"Kami apresiasi jajaran kepolisian dan Pemda yang bertindak cepat melakukan penanganan di lapangan," pungkasnya. [DIR]