Keberadaan Harun Masiku Belum Jelas

Buron Korupsi Kok Diminta Serahkan Diri, Emang Mau?

Ketua KPK Firli Bahuri
Klik untuk perbesar
Ketua KPK Firli Bahuri

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta tersangka suap pemberi suap ke komisioner KPU, Harun Masiku bekerja sama dengan penegak hukum.

Caranya, dengan menyerahkan diri dan kooperatif diperiksa. Memangnya buron korupsi mau menyerah begitu saja? 

Diketahui, Harun telah ditetapkan KPK sebagai tersangka pemberi suap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan terkait proses PAW anggota DPR. Namun, sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (9/1) hingga saat ini Harun masih buron.

Berita Terkait : KPK Tak Menakutkan Lagi

"Saya imbau dan saya sampaikan kepada saudara HM di manapun anda berada silakan anda bekerja sama, kooperatif apakah dalam bentuk menyerahkan diri, baik ke penyidik KPK, maupun pejabat kepolisian," ujar Firli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1). 

Ditjen Imigrasi sebelumnya menyebut, Harun telah meninggalkan Indonesia menuju Singapura pada 6 Januari 2020. Atau, dua hari sebelum KPK melancarkan OTT yang membekuk Wahyu dan sejumlah pihak lain pada Rabu (8/1).

Namun, terdapat informasi yang menyebut Harun telah kembali ke Indonesia pada Selasa (7/1).

Berita Terkait : Mundur Lagi, Waka KPK Sebut Tak Bisa Pastikan Harun Masiku Atau Bukan yang Ada di PTIK

Dikonfirmasi hal itu, mantan Kabareskrim Polri ini mengaku tidak mengetahui keberadaan Harun saat ini. Dia memastikan, proses penangkapan akan langsung dilakukan bila sudah mengetaàhui keberadaan Harun.

Jenderal polisi bintang tiga ini menegaskan, KPK akan langsung melakukan penangkapan, bila wartawan memiliki informasi terkait keberadaan Harun. "Kalau saya sudah tahu, saya tangkap pasti. Kasih tahu saya, saya tangkap," tegas Firli.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Selain Wahyu dan Harun, KPK juga menjerat eks anggota Bawaslu sekaligus orang kepercayaan Wahyu Agustiani Tio Fridelina dan Saeful  Bahri yang diduga Staf DPP PDIP sebagai tersangka.

Berita Terkait : Sebulan Buron, Harun Masiku Terus Diburu

Wahyu bersama Agustiani, diduga menerima suap dari Harun dan Saeful.

Suap dengan total sekitar Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu, agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR. Menggantikan caleg terpilih dari PDIP Nazarudin Kiemas, yang meninggal dunia pada Maret 2019. [OKT]