Eks Dirut PTPN III Didakwa Terima Suap Rp3,55 Miliar Dari Pieko

terdakwa, Dolly Pulungan telah menerima suap dari Dirut PT Fajar Mulia Transindo, Pieko Nyotosetiadi.
Klik untuk perbesar
terdakwa, Dolly Pulungan telah menerima suap dari Dirut PT Fajar Mulia Transindo, Pieko Nyotosetiadi.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero), Dolly Parlagutan Pulungan telah menerima suap dari Dirut PT Fajar Mulia Transindo, Pieko Nyotosetiadi. 

Dolly didakwa menerima suap sebesar 345 ribu dolar Singapura atau sekira Rp3,55 miliar. "Telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan menerima hadiah, yaitu terdakwa menerima uang tunai sebesar SGD 345 ribu atau sekitar Rp 3.550.935.000," ujar Jaksa KPK Zainal Abidin saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (22/1).

Berita Terkait : Eks Dirut Garuda Emirsyah Satar Didakwa Terima Suap Rp 46,3 Miliar

Jaksa menyatakan, Dolly menerima suap dari Pieko melalui Direktur Pemasaran PTPN III, I Kadek Kertha Laksana. 

Suap tersebut, diberikan karena Dolly dan Kadek telah menyetujui Long Term Contract (LTC) atau kontrak jangka panjang kepada Pieko, dan advisor (penasihat) PT Citra Gemini Mulia, atas pembelian gula kristal putih yang diproduksi petani gula dan PTPN seluruh Indonesia. 

Baca Juga : Produk Vivere Laris Manis Di Paris

"Yang distribusi pemasarannya dikoordinir PTPN III (Persero) Holding Perkebunan," imbuh jaksa.

Dolly didakwa bersama-sama dengan I Kadek Kertha Laksana menerima suap dari Pieko. Dalam perkaranya, Kadek disebut sebagai perantara suap dari Pieko untuk Dolly

Baca Juga : Dapat Pelajaran dari Juventus, Malam ini Garuda Select Siap Hadapi Inter U-17

Atas perbuatannya, Dolly dan I Kadek didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.Usai mendengarkan dakwaan Jaksa KPK, Dolly dan Kadek menyatakan tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan tersebut. [OKT]