Kasus Suap Proyek Masjid Agung di Solok Selatan, KPK Tahan Bos Dempo

Jubir KPK Ali Fikri. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Jubir KPK Ali Fikri. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan infrastruktur Jembatan Ambayan dan Masjid Agung di Solok Selatan, pemilik Grup Dempo atau PT Dempo Bangun Bersama, Muhammad Yamin Kahar langsung dijebloskan ke sel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, Yamin Kahar ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) K4 di Gedung Merah Putih KPK. Tersangka pemberi suap kepada Muzni Zakaria selaku Bupati Solok Selatan itu bakal mendekam di sel tahanan setidaknya selama 20 hari ke depan.

Berita Terkait : Harun Masiku Belum Ketangkep, KPK Ogah Dibilang Gagal

"Hari ini kami melakukan penahanan terhadap tersangka MYK (Muhammad Yamin Kahar), pihak swasta yang juga sebagai pemberi untuk perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa pembangunan masjid dan jembatan di Kabupaten Solok Selatan untuk 20 hari ke depan. Kami lakukan penahanan di Rutan Cabang KPK di Gedung Merah Putih," ujar Ali di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/1).

KPK menetapkan Muzni dan Yamin sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan infrastruktur berupa Masjid Agung Solok Selatan, dan pembangunan jembatan Ambayan. Muzni diduga menerima suap sebesar Rp 460 juta dari Yamin terkait proyek pembangunan jembatan Ambayan yang memiliki pagu anggaran Rp 14,8 miliar. 

Berita Terkait : KPK Tahan Bupati Solok Selatan

Sementara terkait dengan proyek pembangunan Masjid Agung Solok Selatan, Yamin juga telah memberikan uang pada sejumlah bawahan Muzni yang merupakan pejabat di Pemerintahan Kabupaten Solok Selatan. Secara total, Yamin setidaknya telah menggelontorkan sekitar Rp 315 juta untuk menyuap bawahan Muzni. [OKT]