Gandeng Baznas

Askrindo Bangun Masjid Rp 1,5 Miliar Untuk Korban Gempa Sigi

Gandeng Baznas Askrindo Bangun Masjid Rp 1,5 Miliar Untuk Korban Gempa Sigi
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka -
PT Askrindo bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melaksanakan program pembangunan masjid untuk korban gempa Sigi. 
Program pembangunan ini ditandai dengan peletakan batu pertama di Komplek Wakaf Al-Askar, Desa Doda, Kecamatan Kinavaro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (23/1). 
Hadir dalam peletakan batu pertama yakni Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, Direktur Kepatuhan dan SDM Askrindo, Firman Berahima dan Ketua Baznas, Prof. DR. Bambang Sudibyo. 
Diberi nama Masjid Al-Askar, program pembangunan masjid ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) Askrindo dan BAZNAS yang telah ditandatangani sebelumnya. Dalam kerjasama ini Askrindo menyalurkan dana senilai Rp 1,5 Miliar untuk pembangunan masjid.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan dampak bencana gempa besar dan tsunami di sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah membuat banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal dan juga sarana ibadah.

Berita Terkait : Anak Muda Paling Berperan Bangun Desa

Pembangunan masjid ini merupakan salah satu wujud nyata Baznas dan Askrindo untuk memberikan sarana ibadah yang layak dan nyaman bagi masyarakat pascabencana.
“Peletakan batu pertama Masjid Al-Aksar ini akan menjadi titik awal perkembangan umat Islam di Sigi. Membangun sebuah masjid merupakan perintah agama. Tidak sekadar membangun fisik masjid semata, pembangunan masjid ini juga akan menghidupkan dan memakmurkan jamaah dan umat di sekitarnya,” ujarnya.

Lewat program pembangunan masjid Al-Aksar ini, Bambang berharap masyarakat ke depannya dapat memaksimalkan fungsi masjid dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

“Nantinya masyarakat bisa menjadikan masjid sebagai pusat ibadah menggelar kegiatan dakwah untuk pembinaan masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas hidup berbangsa dan bernegara lewat agama,” jelasnya. [KRS]