Diversifikasi Pangan, Balitsereal Kembangkan Sorgum

Sorgum (Foto: Humas Kementan)
Klik untuk perbesar
Sorgum (Foto: Humas Kementan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) terus menggali potensi-potensi pangan lokal lainnya selain umbi-umbian, jagung dan sagu. Salah satu komoditi yang sedang dikembangkan adalah sorgum.        

Kepala Balai Penelitian (Balit) Sereal di Maros, Sulawei Selatan (Sulsel), Muhammad Azrai, menyampaikan bahwa sorgum berpotensi untuk mendukung program diversifikasi pangan karena sorgum dapat diolah secara sederhana sama seperti umbi-umbian, jagung, dan sagu.

“Biji sorgum dapat diolah menjadi bahan setengah jadi dalam bentuk sosoh dan tepung, selanjutnya sorgum sosoh diolah menjadi nasi sorgum, bubur sorgum dan sejenisnya, dan bahan tepung dapat mensubstitusi terigu untuk berbagai olahan, tergantung formula substitusi dan fisikokimianya," kata Azrai, di Jakarta, Jumat (24/1).      

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Balitsereal saat ini tengah berupaya mengembangkan sorgum sebagai salah satu komoditas pangan potensial guna mendukung program diversifikasi pangan. Agar tidak semuanya mengkonsumsi beras.        

"Untuk menekan laju permintaan pasar terhadap beras, Kementerian Pertanian terus menggalakkan program diversifikasi pangan. Program tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras yang menjadi bahan pangan pokok utama. Selain itu, program diversifikasi pangan dengan teknologi pengolahannya juga diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat," kata Azrai.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), Haris Syahbuddin, menyampaikan bahwa sorgum sangat layak dikembangkan menjadi bahan pangan pengganti beras karena sorgum memiliki nilai tambah sebagai bahan pangan.

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Sorgum mengandung mineral khususnya unsur Fe yang cukup memadai yaitu 4-5,5 miligram/100 gram, mineral yang terkandung dapat mengatasi stunting (terhambat pertumbuhan & perkembangannya) pada anak usia tumbuh," katanya.        

Selain kandungan Fe di dalam sorgum, Balitsereal fokus mengeksplorasi kandungan fungsional sorgum lainnya. Seperti polyphenol, asam fitat, aktivitas antioksidan beberapa varietas sorgum (VUB) khusus untuk pangan. Ekplorasi tersebut mulai dari bahan setengah jadi dalam bentuk butiran sosoh, tepung sampai aneka produk akhir siap konsumsi.       

Dengan kandungan fungsional yang dimiliki sorgum serta potensi pengembangan sorgum di Indonesia yang masih sangat besar, khususnya pada daerah tadah hujan atau lahan kering dengan tingkat curah hujan yang terbatas, komoditas ini sangat menjanjikan dalam upaya akselerasi diversifikasi pangan bagi masyarakat Indonesia. [KAL]